Lima, Peru – Ratusan orang tua di Peru secara masif menamai bayi mereka dengan nama penyerang Norwegia, Erling Haaland, sepanjang turnamen Piala Dunia 2026 yang berlangsung hingga Rabu (15/7/2026) sebagai bentuk apresiasi atas performa atlet tersebut di lapangan hijau.
Dilansir dari National Registry of Identification and Civil Status (RENIEC), tercatat sebanyak 468 bayi telah didaftarkan dengan nama Haaland, sementara 91 bayi lainnya menggunakan nama lengkap Erling Haaland hingga awal bulan Juli ini.
Lonjakan penggunaan nama tersebut dipicu oleh catatan statistik impresif sang pemain yang berhasil mencetak tujuh gol dalam empat pertandingan selama turnamen berlangsung.
Kontribusi Erling Haaland menjadi sorotan dunia ketika ia mencetak dua gol krusial yang menyingkirkan tim nasional Brasil dari kompetisi dan membawa Norwegia menembus babak perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Juru bicara RENIEC, Iván Torres, mengungkapkan bahwa pesepak bola profesional telah menjadi sumber inspirasi utama bagi masyarakat Peru dalam menentukan nama untuk anak-anak mereka.
“Berbagai bintang sepak bola menjadi inspirasi bagi warga Peru ketika mendaftarkan nama anak-anak mereka,” kata Iván Torres.
Dalam kesempatan yang sama, Iván Torres sempat melontarkan pernyataan bernada candaan bahwa “Haaland juga orang Peru.”
Praktik pemberian nama berdasarkan tokoh sepak bola dunia ini bukanlah fenomena baru di Peru, mengingat negara tersebut memiliki tradisi panjang dalam mengadopsi nama atlet populer sebagai nama diri.
Data resmi RENIEC menunjukkan terdapat sekitar 33.809 orang bernama Neymar di negara tersebut.
Selain itu, terdapat 3.402 individu yang menyandang nama Messi, termasuk ratusan di antaranya yang menggunakan nama lengkap Lionel Messi.
Lembaga tersebut juga mencatat sebanyak 1.185 orang di Peru menggunakan nama Cristiano Ronaldo sebagai identitas resmi mereka.
Tren penggunaan nama pesepak bola muda juga terlihat dari kemunculan nama Lamine Yamal yang mulai sering didaftarkan seiring dengan naiknya popularitas pemain asal Spanyol tersebut.
Fenomena ini menegaskan bahwa sepak bola di Peru telah berkembang melampaui sekadar cabang olahraga dan telah terintegrasi ke dalam budaya populer yang memengaruhi keputusan krusial masyarakat.
Popularitas Erling Haaland diprediksi akan terus bertahan dalam jangka panjang di tengah masyarakat Peru menyusul dampak emosional yang ditinggalkan oleh penampilannya di ajang Piala Dunia 2026.







