Padang – Pemerintah Kota Padang mengambil langkah tegas mengatasi kenakalan remaja dengan mewajibkan 80 ribu siswa SD dan SMP mengikuti salat Subuh berjemaah. Program ini diharapkan menjadi benteng bagi generasi muda dari pengaruh buruk lingkungan.
Inisiatif bertajuk “Subuh Mubarakah” ini mulai bergulir serentak di 1.100 masjid dan musala se-Kota Padang, Senin (6/10/2025).
Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya angka putus sekolah di Padang, di mana 56% disebabkan oleh pergaulan yang tidak sehat.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat meninjau pelaksanaan perdana di Masjid Sahara, Padang Barat, menegaskan program ini sebagai upaya preventif.
“Kalau ini dibiarkan, Kota Padang bisa mengalami darurat kenakalan anak,” tegasnya.
Maigus Nasir menambahkan, program ini bertujuan menguatkan iman dan membentengi anak-anak sejak dini.
“Subuh Mubarakah” merupakan bagian dari program “Smart Surau” yang digagas oleh Wali Kota Fadly Amran.
Meski demikian, Maigus Nasir mengakui adanya kendala teknis terkait penggunaan aplikasi dan kode batang untuk pencatatan kehadiran.
“Semua akan terus kami perbaiki,” janjinya.
Pemko Padang mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk guru, ustaz, pengurus masjid, dan jemaah, untuk mendukung penuh program ini demi masa depan generasi muda yang lebih baik.














