Teheran – Iran disebut menyetujui pengurangan dan pemindahan uranium yang sudah diperkaya ke negara ketiga sebagai tanggapan atas proposal Amerika Serikat untuk mengakhiri perang.
Namun, sumber yang mengetahui persoalan itu mengatakan Teheran memberi syarat ketat. Iran meminta jaminan uranium yang dipindahkan akan dikembalikan jika pembicaraan gagal. Teheran juga menolak pembongkaran fasilitas nuklir.
Seorang sumber di Iran mengatakan pemerintah telah memberikan tanggapan atas proposal AS, tetapi tidak merinci isinya.
Persoalan nuklir Iran telah lama menjadi isu serius antara Iran dan Amerika Serikat, bahkan sebelum perang pada 28 Februari dimulai. Di bawah pimpinan Donald Trump, AS disebut ingin menghancurkan program nuklir Iran, sementara Teheran ingin Washington menghormati hak mereka untuk memperkaya uranium.
Uranium berasal dari kerak bumi, tempat bijih uranium berada. Material ini ditambang dari bumi lalu diubah menjadi gas agar dapat diperkaya untuk kebutuhan nuklir, baik damai maupun destruktif.
Council on Foreign Relations menjelaskan, uranium ditemukan di seluruh dunia meski sebagian besar dalam jumlah sangat kecil.
Lembaga itu menyebut ada lima negara yang menyumbang sekitar dua pertiga dari pasokan uranium dunia yang diketahui, yakni Australia, Kanada, Kazakhstan, Namibia, dan Rusia.
Secara alami, uranium terdiri atas dua isotop, yaitu uranium-235 atau U-235 dan uranium-238 atau U-238. U-235 menjadi penting karena lebih mudah mengalami fisi, berbeda dengan U-238, dan jumlahnya sangat langka, yakni kurang dari 1 persen dari uranium alami di dunia.
Karena itu, negara-negara dengan ambisi nuklir, baik untuk tujuan damai maupun militer, harus meningkatkan proporsi U-235 melalui proses pengayaan. Tahap ini menjadi langkah yang harus ditempuh sebelum uranium dapat digunakan sebagai senjata nuklir.
Pengayaan uranium paling umum dilakukan melalui sentrifugasi gas. Setelah uranium diubah menjadi gas, gas dimasukkan ke dalam sentrifugasi yang berputar sangat cepat untuk memisahkan U-238 yang sedikit lebih berat dari U-235.
Uranium dapat diperkaya dalam berbagai tingkat yang terbagi ke dalam dua kategori.
Pertama, uranium yang diperkaya rendah atau LEU, memiliki kurang dari 20 persen U-235 dan sering digunakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir atau reaktor nonpembangkit listrik yang menghasilkan bahan untuk penggunaan medis, penelitian ilmiah, dan tujuan lain.
Kedua, uranium yang sangat diperkaya atau HEU, memiliki 20 persen atau lebih U-235 dan terutama digunakan untuk tujuan militer, pengembangan senjata nuklir, serta beberapa aplikasi khusus lain seperti reaktor pada kapal selam bertenaga nuklir.
Semua tingkat pengayaan tinggi dapat digunakan untuk senjata, tetapi pengayaan hingga setidaknya 90 persen, yang kadang disebut uranium tingkat senjata, membuat kebutuhan uranium untuk senjata menjadi lebih sedikit.
Artinya, hulu ledak dapat dibuat lebih kecil dan lebih ringan, sehingga rudal bisa menempuh jarak lebih jauh dan pesawat dapat membawa lebih banyak senjata.
Pengayaan uranium hingga 90 persen untuk tingkat senjata disebut relatif lebih mudah dan cepat. Begitu suatu negara mampu memperkaya uranium, waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan senjata nuklir kerap hanya beberapa bulan.
Karena itu, pemantauan proliferasi oleh lembaga berwenang menjadi sangat sulit.














