Jakarta – Polisi telah menangkap YA (16) dan AP (17) terkait kasus pembunuhan ZAAQ (14).
ZAAQ adalah seorang pelajar SMP Negeri 26 Bandung.
Jasad korban ditemukan di eks Kampung Gajah, Bandung Barat.
Motif pembunuhan diduga karena sakit hati. Korban disebut memutus pertemanan dengan pelaku.
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra menjelaskan YA dendam karena korban mengakhiri pertemanan yang sudah terjalin selama tiga tahun.
YA yang merupakan pelajar SMK asal Garut, menyusul korban ke Bandung dengan niat menghabisi nyawanya. AP mengantar YA.
“Pelaku berangkat ke Bandung untuk menemui korban. Dari pengakuannya, memang sudah ada niat melakukan pembunuhan,” ujar Kapolres.
Hubungan korban dan pelaku sebelumnya dekat, layaknya kakak dan adik.
Korban pindah ke Bandung, namun komunikasi tetap berjalan.
Keputusan korban untuk mengakhiri hubungan diduga menjadi pemicu pembunuhan.
Polisi menangkap kedua tersangka di Garut.
Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi menangkap YA dan AP di Desa Banyuresmi, Garut, Sabtu (14/2) malam.
Pelaku sempat melarikan diri ke Tasikmalaya, sebelum akhirnya kembali ke Garut.
Keduanya kini sedang diperiksa untuk mendalami motif pembunuhan.
Pembunuhan terjadi pada Senin (9/2) sore, saat pelaku mendatangi korban di Bandung.
Jasad korban ditemukan beberapa hari kemudian oleh seorang saksi yang sedang melakukan siaran langsung di media sosial pada Jumat malam.
ZAAQ dilaporkan hilang sejak 9 Januari 2026.
Sempat beredar kabar penculikan, namun ternyata itu adalah rekayasa pelaku.
Polisi menyebut ponsel korban dikuasai oleh pelaku.
Ponsel tersebut digunakan untuk menyebarkan informasi menyesatkan tentang penculikan.
“Jadi informasi soal korban yang diculik ini, sebetulnya buatan pelaku,” jelas polisi.







