Life

Pangeran Andrew Lepas Gelar Duke of York: Skandal Seks Membayangi?

98
×

Pangeran Andrew Lepas Gelar Duke of York: Skandal Seks Membayangi?

Sebarkan artikel ini
131690693b6951ece95c877070163634.jpg
131690693b6951ece95c877070163634.jpg

London – Pangeran Andrew secara resmi menanggalkan sejumlah gelar kebangsawanan Inggris, termasuk gelar Duke of York, setelah kemunculan bukti baru yang mengaitkannya dengan pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Adik Raja Charles III itu juga melepaskan keanggotaan dalam Ordo Garter, ordo kesatria tertua dan paling bergengsi di Inggris.

Kendati demikian, Pangeran Andrew tetap membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

“Setelah berdiskusi dengan Raja, keluarga inti, serta keluarga besar saya, kami menyimpulkan bahwa tuduhan yang terus-menerus terhadap saya mengganggu pekerjaan Yang Mulia dan Keluarga Kerajaan,” ujar Pangeran Andrew dalam pernyataannya.

Ia melanjutkan, “Saya telah memutuskan, seperti yang biasa saya lakukan, untuk mengutamakan tugas kepada keluarga dan negara. Saya tetap pada keputusan lima tahun lalu untuk mundur dari kehidupan publik.”

“Dengan persetujuan Yang Mulia, kami merasa saya harus melangkah lebih jauh. Oleh karena itu, saya tidak akan lagi menggunakan gelar atau penghargaan yang telah dianugerahkan kepada saya. Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, saya dengan tegas membantah tuduhan terhadap saya,” imbuhnya.

Keputusan ini mempertahankan status Andrew sebagai pangeran, namun ia tidak lagi menyandang gelar Duke of York, gelar yang diberikan mendiang ibunya, Ratu Elizabeth II.

Lantaran pelepasan gelar dilakukan secara sukarela, parlemen Inggris tidak perlu mengesahkan undang-undang untuk mencabut gelar tersebut secara paksa.

Sebelum langkah ini, Andrew memang telah berhenti menjalankan tugas-tugas resmi kerajaan dan kehilangan gelar HRH (His Royal Highness). Ia pun tidak lagi tampil dalam acara-acara publik keluarga kerajaan.

Selain itu, Andrew tidak dapat lagi mencantumkan “KG” (Knight of the Garter) di belakang namanya. Gelar lainnya, seperti Earl of Inverness dan Baron Killyleagh, juga telah dicabut.

Di masa lalu, Andrew kerap menggunakan nama “Andrew Inverness” dalam berbagai urusan bisnis.

Langkah Andrew ini sejalan dengan keputusan mantan istrinya, Sarah Ferguson, yang juga tidak lagi menyandang gelar Duchess of York.

Kini, keduanya kembali ke status seperti awal mereka bertemu sebagai Pangeran Andrew dan Sarah Ferguson.

Raja Charles III disebut telah menghentikan dukungan finansial untuk Andrew, sehingga ia harus mencari penghasilan sendiri.

Meskipun demikian, kedua putrinya tetap menyandang gelar “Putri” karena gelar tersebut tidak terpengaruh oleh keputusan ayah mereka. Pangeran Andrew juga dikabarkan akan tetap menempati Royal Lodge, Windsor, kediaman yang disewanya hingga tahun 2078.

Rangkaian Kasus yang Membelit

Nama Pangeran Andrew telah lama terseret berbagai skandal, termasuk pertemuannya dengan seseorang yang diduga mata-mata China, bernama Yang Tengbo atau Chris Yang.

Kantor Andrew menegaskan tidak ada hal sensitif dalam pertemuan tersebut, meski nama Yang disebut dalam berkas pengadilan.

Pada 2022, Andrew juga terlibat dalam sengketa hukum antara seorang jutawan Turkiye dan mantan penasihat bisnisnya. Ia disebut menerima pembayaran dalam beberapa transaksi keuangan, namun kemudian mengembalikan hadiah sebesar 750.000 poundsterling (sekitar Rp 16,6 miliar) kepada jutawan tersebut.

Namun, skandal terbesar tetap berkaitan dengan Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual yang dikenal memiliki jaringan luas.

Dalam wawancara dengan BBC Newsnight pada 2019, Andrew mengklaim telah memutuskan hubungan dengan Epstein sejak Desember 2010. Namun, sebuah surel pada Februari 2011 menunjukkan ia masih berkomunikasi secara akrab dengan Epstein.

Pesan itu berbunyi: “Tetaplah berhubungan dekat dan kita akan segera bermain lagi!”

Kasus Virginia Giuffre

Kasus lain yang menyeret nama Pangeran Andrew melibatkan Virginia Giuffre, perempuan yang menuduh dirinya menjadi korban eksploitasi seksual Epstein dan rekan-rekannya.

Giuffre mengaku dipaksa berhubungan seks dengan Andrew di rumah Ghislaine Maxwell di London pada 2001, ketika dirinya baru berusia 17 tahun.

Dalam gugatan perdata yang diajukan Giuffre, Andrew akhirnya menyelesaikan perkara di luar pengadilan pada 2022 dengan melakukan pembayaran sejumlah uang yang tidak diungkapkan.

Giuffre ditemukan meninggal dunia karena bunuh diri awal tahun ini, beberapa bulan sebelum buku memoarnya terbit.

Memoar tersebut, yang akan dirilis pekan depan, disebut memuat tiga peristiwa di mana Giuffre mengaku berhubungan dengan Andrew, termasuk di rumah Epstein di New York dan di pulau pribadi Epstein di Kepulauan Virgin AS.

Reaksi Keluarga Giuffre

Keluarga Virginia Giuffre menyambut keputusan Andrew dengan perasaan campur aduk.

“Kami telah meneteskan banyak air mata bahagia dan sedih hari ini. Saya pikir bahagia karena dalam banyak hal ini membenarkan Virginia,” ujar Sky Roberts, saudara kandung Giuffre.

“Semua kerja keras yang telah ia lakukan selama bertahun-tahun kini telah mencapai semacam keadilan,” tambahnya. Sky juga mendesak Raja Charles untuk mencabut gelar ‘Pangeran’ dari Andrew sepenuhnya.

Sementara itu, Haley Robson, salah satu korban Epstein lainnya, menyebut keputusan Andrew sebagai momen “pahit manis.”

“Giuffre memulai perjuangan ini dan kita akan terus berjuang,” kata Robson.

“Saya sangat berharap dia bisa berada di sini untuk melihat semua yang telah ia mulai. Melihat dia [Andrew] mundur dan melepaskan gelarnya adalah sesuatu yang sudah lama tertunda, dan itu sangat tepat. Salut untuk Raja Charles,” ujarnya.

89cdc83b2ef262c6a983d187cdd9fc78.jpg
Life

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penyaluran kredit kendaraan bermotor (KKB) terus mengalami perlambatan tahun ini. Usai meningkatnya bunga acuan (BI Rate) ke level 5,5%, perlambatan KKB dikhawatirkan akan terus berlanjut. Data Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran KKB pada beberapa bulan terakhir ini masih mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan periode sama di tahun lalu. Misalnya pada April 2026, BI mencatat penyaluran KKB terkontraksi 9%…