BeritaPemerintahan

Pemko Padang Panjang Perkuat Budaya Sadar Bencana Peringati Seabad Gempa 1926

13
×

Pemko Padang Panjang Perkuat Budaya Sadar Bencana Peringati Seabad Gempa 1926

Sebarkan artikel ini
pemko-padang-panjang-perkuat-budaya-siaga-bencana
pemko padang panjang perkuat budaya siaga bencana

Padang Panjang – Peringatan satu abad peristiwa Gempa Padang Panjang 1926 menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat budaya sadar bencana. Fokus utama dari langkah ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat dalam mengantisipasi potensi risiko bencana di masa depan.

Komitmen tersebut diutarakan oleh Wali Kota Hendri Arnis saat membuka Seminar Internasional bertajuk “Padang Panjang Kota Siaga Bencana” di Gedung DPRD Padang Panjang, Senin (29/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Hendri menegaskan bahwa letak geografis wilayahnya yang berada di kawasan rawan gempa serta bencana hidrometeorologi merupakan realitas alam yang tidak dapat dihindari.

Menurutnya, meski fakta alam tersebut tidak bisa diubah, pemerintah dan masyarakat harus mampu mengubah cara pandang dalam menghadapinya.

Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan perlu ditransformasikan menjadi budaya bersama.

Hendri menambahkan, kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, praktisi, serta masyarakat sangat krusial dalam upaya pengurangan risiko bencana. Ia juga memberikan apresiasi kepada Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Padang Panjang yang telah menginisiasi forum mitigasi tersebut.

Dukungan serupa disampaikan oleh Ketua DPRD Padang Panjang, Imbral. Pihaknya menyatakan kesiapan lembaga legislatif untuk mendukung penuh upaya mitigasi tersebut melalui dukungan regulasi dan fungsi penganggaran.

Imbral menyebutkan bahwa bencana memang tidak bisa dicegah, namun dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan melalui tindakan mitigasi yang dijadikan sebagai bagian dari budaya sehari-hari.

Ia menegaskan, DPRD berkomitmen penuh untuk mengawal berbagai kebijakan serta alokasi anggaran yang memprioritaskan aspek keselamatan warga.

Sementara itu, Ketua PJKIP Padang Panjang, Rifnaldi, berharap seminar internasional ini dapat menghasilkan rekomendasi taktis yang aplikatif.

Ia ingin langkah tersebut menjadi fondasi dalam membangun ketangguhan kota bagi generasi mendatang.

Seminar ini menghadirkan sejumlah pakar dari berbagai disiplin ilmu, di antaranya peneliti dari Leiden University, Dr. Suryadi, M.A., dan Kepala Stasiun Geofisika BMKG Padang Panjang, Dr. Suaidi Ahadi, M.T. Selain itu, hadir pula narasumber lainnya seperti Dr. Lana Saria, M.Si., Ny. Maria Feronika Hendri Arnis, serta Undri, M.Si.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Allex Saputra, Kapolres AKBP Wisnu Hadi, jajaran kepala OPD, tokoh masyarakat, serta kader PKK dan Karang Taruna setempat.