Berita

Mu’ti Ungkap Revitalisasi Sekolah 2026 Capai Rp2,6 Triliun

29
×

Mu’ti Ungkap Revitalisasi Sekolah 2026 Capai Rp2,6 Triliun

Sebarkan artikel ini
mendikdasmen-ungkap-realisasi-revitalisasi-sekolah-di-2026-capai-rp-2,6-triliun
mendikdasmen ungkap realisasi revitalisasi sekolah di 2026 capai rp 2,6 triliun

Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan realisasi program revitalisasi dan digitalisasi satuan pendidikan untuk tahun anggaran 2026 telah mencapai Rp2,6 triliun.

Mu’ti mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran revitalisasi pada 2026 sebesar Rp14 triliun yang mencakup 11.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Hingga kini, kementeriannya telah menyelesaikan perjanjian kerja sama dengan 4.838 satuan pendidikan, dengan penyaluran bantuan yang telah menjangkau 3.408 sekolah.

“Total dana yang sudah kami salurkan untuk tahun 2026 adalah Rp2,6 triliun,” ujar Mu’ti dalam jumpa pers Update Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, program revitalisasi sekolah diprioritaskan untuk daerah yang membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Di antaranya Sulawesi Utara, Madura, serta Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah masuk dalam skema bantuan pemerintah.

Selain revitalisasi, pemerintah juga mempercepat program digitalisasi pendidikan. Sepanjang 2025, Kemendikdasmen telah menyediakan perangkat pembelajaran digital berupa papan interaktif, laptop, serta diska lepas eksternal bagi ratusan ribu sekolah.

Program digitalisasi tersebut telah direalisasikan di 288.865 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Pemerintah juga memastikan dukungan infrastruktur dasar agar perangkat digital dapat dimanfaatkan secara optimal.

Sebanyak 8.152 satuan pendidikan yang belum memiliki akses internet kini telah mendapatkan layanan konektivitas, termasuk melalui pemanfaatan layanan satelit Starlink untuk wilayah terpencil.

“Bagaimana kalau daerah tidak ada internet? Nah, solusinya kita bantu dengan penyaluran saluran internet itu, dengan Starlink itu kita bangun untuk 8.152 sekolah,” kata Mu’ti.

Pemerintah juga mengatasi kendala ketersediaan listrik di daerah tertinggal. Kemendikdasmen bekerja sama dengan PT PLN untuk menghadirkan akses listrik bagi 2.389 satuan pendidikan yang sebelumnya belum teraliri listrik.

Mu’ti menegaskan, langkah revitalisasi dan digitalisasi tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam pemerataan kualitas pendidikan nasional, terutama bagi sekolah di wilayah terpencil dan tertinggal.