Berita

Miss Papua Dituduh Dukung Zionis? Pendeta Papua Membantah!

68
×

Miss Papua Dituduh Dukung Zionis? Pendeta Papua Membantah!

Sebarkan artikel ini
miss-papua-dituding-‘dukung’-zionis,-ini-kata-pendeta-papua
miss papua dituding ‘dukung’ zionis, ini kata pendeta papua

Jakarta – Polemik pencoretan Miss Papua, Merince Kogoya, dari ajang Miss Indonesia 2025 terus menuai sorotan, kali ini terkait dugaan dukungan terhadap Israel. Tokoh agama dari Gereja Kristen Injili Tanah Papua, Ronald Rischard Tapilatu, memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

Ronald menjelaskan duduk perkara tersebut pada hari Selasa (1/7/2025), ia menyatakan bahwa “Dalam konteks ini, Panitia Miss Indonesia misinformasi”. Ia menjelaskan bahwa di Papua terdapat gereja-gereja Zion dari denominasi Protestan yang sering mengadakan perayaan besar setiap tahunnya dengan partisipasi yang tinggi. Bendera Israel sering terlihat berkibar dalam acara-acara tersebut, dan aparat keamanan tidak pernah melakukan intervensi.

“Di Pegunungan Papua juga ada komunitas gereja-gereja Zion mereka bikin perayaan besar, konvoi, tidak ada tentara polisi larang karena itu acara keagamaan,” ungkapnya. Menurut Ronald, komunitas gereja-gereja Zion berkembang pesat di Indonesia Timur, terutama di Sulawesi Utara dan Papua. “Mereka punya gereja sendiri. Dukungannya ada dari Amerika dan Israel. Komunitasnya bertumbuh dan mereka punya jejaring sendiri,” ujarnya. Ia menambahkan, “Saya tidak tahu persis apakah mereka punya program ke Yerusalem.”

Ronald menekankan bahwa dukungan mereka belum tentu ditujukan kepada negara Israel saat ini. Ia mengklaim, “Yang harus dipahami bukan Israel yang sedang bunuh-bunuh orang yang mereka rayakan, tapi Israel kuno yang secara geneologis berkesinambungan dengan bangsa Yahudi.”

“Jadi ketika mereka bicara soal Zion, Yerusalem, dan israel, ini pikirannya tentang Israel kuno, bukan negara yang sekarang. Kerajaan-kerajaan lama Israel. Sama saat orang puja persia tak ada hubungan dengan Iran,” imbuhnya. Ia mengakui adanya keyakinan di sebagian umat Kristiani bahwa kedatangan kedua Yesus Kristus berkaitan dengan pulihnya kerajaan Yahudi di wilayah Palestina. Namun, ia secara pribadi tidak meyakini hal tersebut. “Tidak ada pemahaman di dalam Injil bahwa kedatangan Yesus bakal dimulai pendirian negara Israel. Tidak ada pemahaman begitu kalau saya,” tegasnya.

Dalam Kristen Protestan, Ronald menjelaskan, terdapat perbedaan antardenominasi. Gereja Protestan berbeda dengan gereja Katolik, di mana keputusan Vatikan berlaku untuk semua paroki di dunia. Sementara itu, gereja-gereja Protestan bersifat independen dan otonom.

“Itu mengapa kita tidak mau mempercakapkan soal hal-hal yang dogmatis. Yang jelas kita semua punya keyakinan soal Yesus Kristus dan Alkitab yang sama.” Ia menambahkan, “Ada Evangelis, ada yang Reformasi, ada Ortodoks, ada Lutheran, ada Pantekosta, ada yang Baptis, ada yang Adven. Mereka punya ajaran yang berbeda tapi sama dalam kepercayaan pada Yesus dan trinitas. Jangan masuk ke situlah.”

Ronald menilai bahwa terdapat kesenjangan besar antara pengetahuan soal keberagamaan dan situasi politik di Papua terkait hubungan dengan Israel. “Kita sayangkan panitia Miss Indonesia sudah kurang informasi, sudah tidak pakai asas praduga tak bersalah, tidak paham sosioantropologis. Ini dari Papua pegunungan. Ini soal susahnya perempuan dari Papua Pegunungan berjuang,” ujarnya.

Ia juga menuntut tidak adanya standar ganda dari pihak Miss Indonesia. “Apakah lembaga-lembaga kontes kecantikan internasional ini pakai teknologi Israel. Kalau ada teknologi Israel, kalau ada orang2 israel terlibat, apa dasar Miss Indonesia ambil keputusan? Kalau tidak suka jangan lakukan hubungan apapun yang terkait Israel, supaya adil,” pungkasnya.