Jakarta – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi melantik Ibnu Suhendra sebagai pengawas internal SKK Migas di Jakarta, Senin (28/4).
Pelantikan ini bersamaan dengan pelantikan dua pejabat tinggi pratama lainnya di Kementerian ESDM.
Ibnu Suhendra, purnawirawan jenderal bintang dua kelahiran Banyuwangi, 31 Maret 1971, merupakan lulusan Akpol 1993.
Ia memiliki pengalaman luas di bidang reserse dan intelijen. Sebelum pensiun, Ibnu Suhendra menjabat sebagai Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan di BNPT, dan pernah menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Intelijen di Densus 88 Antiteror Polri.
Rekam jejaknya meliputi penanganan kasus Bom Bali II, Operasi Penegakan Hukum di Poso, dan Operasi Bom Gereja di Surabaya 2018, termasuk penangkapan gembong teroris Dr Azhari. Bahlil dalam sambutannya, menekankan pesatnya perubahan di sektor energi dan sumber daya.
“Saya pikir, setiap hari sekarang ini selalu terjadi perkembangan-perkembangan yang cepat, karena itu harus kerja tim yang baik dan harus fokus pada apa yang menjadi tanggung jawab masing-masing,” ujar Bahlil dalam keterangan resmi.
Penunjukan Ibnu Suhendra, menurut Bahlil, bertujuan memperkuat pengawasan dan optimalisasi peningkatan lifting minyak dan gas nasional. Bahlil menegaskan pentingnya pencegahan *illegal drilling* dan legalisasi sumur-sumur rakyat.
“Salah satu program yang hari ini kita lakukan adalah bagaimana kita meningkatkan lifting. Makanya tidak boleh ada *illegal drilling*. Kemudian kita lagi perbaiki regulasi untuk masyarakat, sumur-sumur yang masyarakat kelola itu harus dilegalkan, dan bisa diakui produksinya sebagai bagian daripada lifting yang akan ditampung oleh Pertamina dengan harga yang baik,” jelasnya.
Selain Ibnu Suhendra, Bahlil juga melantik Sunindyo Suryo Herdadi sebagai Kepala Biro KLIK dan Upik Jamil sebagai Sekretaris Inspektorat Jenderal.







