Berita

Mentan Tingkatkan Produksi, Indonesia Stop Impor Beras Sejak 2025

151
×

Mentan Tingkatkan Produksi, Indonesia Stop Impor Beras Sejak 2025

Sebarkan artikel ini
acungan-jempol-untuk-mentan-amran-sulaiman
acungan jempol untuk mentan amran sulaiman

Jakarta – Kinerja Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dalam meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani menuai apresiasi luas. Komisi IV DPR RI turut memberikan pujian atas capaian tersebut.

Apresiasi ini muncul seiring dengan data peningkatan produksi beras nasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras periode Januari-Desember 2025 mencapai 34,77 juta ton. Angka ini melonjak 4,15 juta ton atau 13,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), menilai reformasi sektor pertanian yang dijalankan pemerintah semakin memantapkan langkah menuju swasembada pangan.

Nilai Tukar Petani (NTP) pangan juga mengalami peningkatan signifikan, mencapai 124,36. Capaian ini melampaui target pemerintah dan mengindikasikan peningkatan kesejahteraan petani.

Pemerintah menargetkan swasembada pangan dapat tercapai pada tahun 2027, dengan peningkatan produksi beras nasional hingga 10 juta ton.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menerapkan sejumlah strategi kunci, antara lain:

* Pompanisasi: Penyediaan air irigasi untuk 1 juta hektare lahan sawah baru.
* Optimalisasi Lahan Rawa: Peningkatan produktivitas pertanian di daerah yang kurang dimanfaatkan.
* Cetak Sawah Baru: Perluasan lahan pertanian yang siap tanam.
* Modernisasi Pertanian: Pemanfaatan teknologi dan mekanisasi.

Mentan Amran Sulaiman melaporkan stok beras nasional saat ini mencapai lebih dari 4 juta ton, menjadi yang tertinggi dalam 57 tahun terakhir.

Pemerintah juga telah menghentikan impor beras sejak tahun 2025, seiring dengan peningkatan produksi dalam negeri. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) diproyeksikan mencapai lebih dari 3 juta ton hingga akhir tahun.

Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi keberhasilan ini dan menyatakan bahwa urusan pangan pokok strategis Indonesia dalam kondisi aman.

Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan produksi beras.

Upaya peningkatan penyuluhan pertanian juga terus dilakukan melalui peningkatan kapasitas penyuluh, pemanfaatan teknologi, kerja sama dengan berbagai pihak, pengembangan kurikulum, dan peningkatan akses informasi.

4fb76b8b4aa755bc7bbd323df2792608.jpg
Berita

Fenesia-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan rebound atau kembali menguat hingga menyentuh level 8.000 seiring membaiknya fundamental ekonomi nasional dan kinerja perusahaan. Hal itu disampaikan Purbaya menanggapi pergerakan IHSG yang kembali naik setelah sempat berada di kisaran 5.900, Purbaya menilai pergerakan pasar saham pada akhirnya akan ditopang oleh fundamental perusahaan…