Ecozone

Mentan Amran Optimis Indonesia Swasembada Beras dalam Dua Bulan

116
×

Mentan Amran Optimis Indonesia Swasembada Beras dalam Dua Bulan

Sebarkan artikel ini
03a137e1c5511ce7c47e16287740ad92.jpg
03a137e1c5511ce7c47e16287740ad92.jpg

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjanjikan Indonesia dapat mencapai swasembada beras dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan, yakni sekitar Desember 2025 hingga Januari 2026. Target ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan swasembada pangan tercapai dalam satu tahun masa pemerintahan.

“Target Pak Presiden kepada kami pada saat dilantik yaitu empat tahun harus swasembada pangan, khususnya beras. Kemudian setelah 21 hari, ada perubahan sedikit, target empat tahun menjadi tiga tahun,” kata Amran saat jumpa pers di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (9/10/2025) sore WIB.

Amran menambahkan, “Setelah 45 hari, ada perubahan sedikit lagi dari target tiga tahun menjadi satu tahun. Alhamdulillah hari ini, mudah-mudahan tidak ada aral melintang, dua bulan ke depan, kurang lebih tiga bulan, insya Allah Indonesia tidak impor lagi. Mudah-mudahan (jika) tidak ada iklim ekstrem, kita swasembada.” Pernyataan ini disampaikan Amran usai mengikuti rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Prabowo.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras per 9 Oktober 2025 telah mencapai 33,1 juta ton. Amran menjelaskan, perkiraan produksi hingga Januari-November 2025 adalah 34 juta ton pada akhir tahun, angka ini lebih tinggi dibandingkan produksi tahun lalu yang mencapai 30 juta ton.

Seiring dengan peningkatan produksi beras, Nilai Tukar Petani (NTP) juga mengalami kenaikan signifikan. Amran menyebut, NTP kini mencapai 124,36 persen, melampaui target Kementerian Keuangan sebesar 110 persen. Kenaikan ini otomatis berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.

Target produksi beras dari Komisi IV DPR dan Kementerian Keuangan sebesar 32 juta ton juga berhasil terlampaui. “Alhamdulillah sekarang sudah 33,1 juta ton, dan akhir tahun nanti itu minimal 34 juta ton,” kata Amran.

Peningkatan produksi beras ini, yang disebut Amran mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, terjadi berkat perbaikan di berbagai sektor. Upaya tersebut meliputi distribusi pupuk yang langsung kepada petani, perbaikan irigasi, distribusi alat dan mesin pertanian (alsintan), penyederhanaan regulasi yang berbelit, serta percepatan cetak sawah baru di berbagai daerah.

Rapat terbatas mengenai swasembada pangan tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo. Turut hadir dalam ratas tersebut antara lain Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih lainnya.