FENESIA – Coca-Cola memiliki resolusi baru di tahun 2021 melalui sebuah campaign. Hal ini terlihat dari perubahan yang tampak pada kemasan Coca-Cola, yaitu tidak menyertai logo Coca-Cola pada kemasan kalengnya.
Coca-Cola adalah salah satu brand global legendaris dengan logo yang mudah dikenal oleh siapapun. Logo Coca-Cola pertama kali didesain oleh Dr. Jhon S Pemberton selaku penemu formula minuman soda ini. Ia ingin memberikan penamaan pada logonya dengan gaya yang dramatis namun masih tetap terlihat sederhana dan efektif.

Coca-Cola mengambil perspektif customer yang mengalami banyak hal negatif dan kesulitan di tahun 2020 yang disebabkan oleh pandemi. Untuk itu, Coca-Cola pada tahun 2021 ini mengeluarkan campaign dengan desain terbaru untuk kemasan kalengnya. Campaign ini disebut dengan “Open to Better
Melalui kampanye ini, Coca-Cola tidak menyertai logo pada kemasan kalengnya. Melainkan, berisi kata-kata positif yang dapat dikustomisasi oleh pelanggan. Tujuan Coca-Cola melakukan inovasi ini, yaitu ingin menyebarkan inspirasi untuk membawa hal yang positif dan perubahan.
Hal tersebut sesuai dengan penyampaian Bryony Lester, marketing manager Coca-Cola kepada media press, bahwa perusahaan ingin menggunakan kekuatan packaging untuk menyebar resolusi harapan dan hal positif yang dapat customer gunakan untuk berbagi kebahagiaan bersama teman dan keluarga.
Coca-Cola juga berkolaborasi dengan penyanyi pop, Katy Perry. Bagi customer yang membeli Coca-Cola edisi Katy Perry, uang pembelian tersebut akan 100% didonasikan.
Kemasan edisi ini sudah terjual di benua Eropa. Jika kemasan kaleng Coca-Cola terbaru ini juga dipasarkan di Indonesia, kamu mau berbagi resolusi positif dan harapanmu kepada siapa saja nih, feeners?







