Berita

Menanti Ramadhan 2026: Hitung Hari, Persiapan Puasa Dimulai!

181
×

Menanti Ramadhan 2026: Hitung Hari, Persiapan Puasa Dimulai!

Sebarkan artikel ini
7a481fc4fa4d963ff484248fb580f951.jpg
7a481fc4fa4d963ff484248fb580f951.jpg

Fenesia – Antusiasme menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah atau 2026 Masehi mulai terasa di tengah masyarakat. Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa jatuh pada 18 Februari 2026.

Keputusan ini tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2025 tentang hasil hisab awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.

Muhammadiyah Gunakan Metode Baru

Ramadhan 2026 menjadi penanda penting bagi Muhammadiyah. Pasalnya, organisasi ini untuk pertama kalinya menerapkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Sistem ini menggantikan metode hisab hakiki wujudul hilal yang sebelumnya digunakan. KHGT menggunakan pendekatan hisab modern berbasis waktu internasional.

Pemerintah Belum Tetapkan

Berbeda dengan Muhammadiyah, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) belum menetapkan secara resmi kapan awal Ramadhan 2026.

Kepastian awal puasa akan diumumkan setelah sidang isbat yang digelar pada 29 Syaban 1447 Hijriah. Sidang ini akan diawali dengan pemantauan hilal di berbagai titik rukyat di Indonesia.

“Sidang isbat menjadi forum resmi yang memadukan hasil perhitungan hisab dengan rukyatul hilal,” kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Kamaruddin Amin.

Jika hasil pengamatan hilal berbeda dengan perhitungan Muhammadiyah, maka awal puasa Ramadhan versi pemerintah berpotensi jatuh pada 19 Februari 2026.

Lebih Awal dari Tahun Sebelumnya

Ramadhan 2026 diperkirakan hadir 10–11 hari lebih cepat dibandingkan Ramadhan 2025. Perbedaan ini disebabkan sistem kalender Hijriah yang berjumlah 354 hari, lebih pendek dari kalender Masehi yang 365 hari.