Berita

MBG Tabrak Siswa SDN Kalibaru, Gibran, Kemendikbud, DPR Bereaksi

88
×

MBG Tabrak Siswa SDN Kalibaru, Gibran, Kemendikbud, DPR Bereaksi

Sebarkan artikel ini
0a4e1ef0e42d8fa080d4e11e9c85fec3.jpg
0a4e1ef0e42d8fa080d4e11e9c85fec3.jpg

Jakarta – Sebuah mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) menabrak puluhan siswa di SD Negeri 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis pagi, 11 Desember 2025. Insiden yang menyebabkan 22 korban luka-luka, dua di antaranya kritis dan harus menjalani operasi, ini sontak menarik perhatian serius pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, dan memicu permintaan maaf langsung dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kecelakaan tragis ini terjadi sekitar pukul 06.39 WIB ketika mobil pengantar paket makanan gizi dari satuan pelayanan setempat itu tiba-tiba menerobos pagar sekolah. Kendaraan yang dikemudikan oleh AI (34), warga Kalibaru, melaju tanpa terkendali ke arah lapangan, tempat para siswa sedang mengikuti kegiatan literasi pagi sebelum masuk kelas.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan permohonan maaf pemerintah atas nama negara. “Atas nama pemerintah, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya dan menyayangkan kejadian ini,” kata Gibran dalam keterangannya, Kamis, 11 Desember 2025. Putra sulung Presiden Jokowi tersebut menekankan pentingnya penanganan medis maksimal bagi para korban dan meminta agar seluruh siswa serta guru yang terdampak diberikan pendampingan trauma healing.

Gibran juga menegaskan bahwa pemerintah telah menginstruksikan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas insiden ini. Dia mendesak evaluasi menyeluruh terhadap sistem program agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, membenarkan bahwa insiden ini telah mendapat atensi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. “Saya dipantau setiap menit oleh Sekretaris Kabinet tangan kanan presiden, dan saya wajib memberikan laporan,” ungkap Dadan pada hari yang sama.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merespons dengan mengirimkan perwakilan untuk menjenguk para korban. Dirjen PAUD-Dikdasmen, Gogot Suharwoto, menyampaikan keprihatinan mendalam dan mengumumkan pemberian bantuan santunan. Korban luka serius menerima Rp 5 juta per orang (lima orang), sedangkan 17 korban luka ringan masing-masing mendapat Rp 2,5 juta.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berkomitmen penuh untuk mendampingi dan memberikan dukungan kepada siswa, guru, serta sekolah yang terdampak. Koordinasi erat dengan dinas pendidikan setempat akan terus dilakukan untuk memantau kondisi para korban.

Dari parlemen, Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, mendesak pemerintah untuk bertanggung jawab penuh. Lalu menyerukan penyelidikan transparan dan tuntas untuk mengidentifikasi apakah terdapat kelalaian atau pelanggaran prosedur dalam proses distribusi makanan gratis ini.

Menurut Lalu, program MBG seharusnya tidak berjalan tanpa memastikan keamanan maksimal, terutama bagi peserta didik. “Segera perbaiki sistem agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah manapun,” tegas politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu. Dia juga mendorong evaluasi komprehensif terhadap mekanisme penyaluran dan pelaksanaan program MBG, mulai dari standar operasional, pengawasan, hingga kompetensi petugas distribusi, dengan prioritas utama pada keselamatan pelajar dan tenaga pendidik.