Jakarta – Dwi Sasetyaningtyas jadi perbincangan di media sosial. Unggahannya soal status kewarganegaraan anaknya viral.
Hal ini memicu diskusi tentang etika penggunaan beasiswa LPDP.
Tyas mengungkapkan rasa syukur anaknya kini jadi Warga Negara Inggris, bukan WNI.
Pernyataan ini menuai reaksi keras.
Sebab, ia pernah menempuh pendidikan dengan beasiswa LPDP yang bersumber dari anggaran negara.
Warganet menilai ada kontradiksi moral.
Tyas dianggap memanfaatkan fasilitas pendidikan dari Indonesia. Namun, tidak bangga dengan status WNI.
Polemik ini memicu warganet berbagi pandangan soal beasiswa luar negeri. Juga, perjuangan mendapatkan permanent residence (PR).
Akun Threads littlemissrurie mengaku pernah ingin memanfaatkan beasiswa LPDP untuk studi di Australia.
Namun, rencana itu batal karena pertimbangan etis dari suaminya.
“Dulu pas mau kuliah lagi ke Australia, sempat terpikir untuk apply beasiswa LPDP,” tulis akun littlemissrurie, Senin 23 Februari 2026.
“Cuma suami bilang: ‘Kita kan tujuannya pengen PR masa mau pakai duit rakyat Indonesia?’. Jadilah kita pakai beasiswa Ayang-Ayang Scholarship alias si Ayang kerja sampe ledes @rezapraw,” sambungnya.
Artis Cindy Fatikasari ikut berbagi kisah hijrahnya ke Kanada bersama keluarga.
Cindy menegaskan kepindahan mereka tidak menggunakan dana negara.
Ia menyebut perjuangan panjang di dunia hiburan sebagai “modal” untuk memulai hidup baru di luar negeri.
“Sekeluarga apply PR (Permanent Residence) Canada dan pindah pakai beasiswa HSB (hasil syuting bertahun-tahun),” komentar Cindy Fatikasari.
Ia mengenang masa-masa kerja kerasnya sebelum menetap di Kanada.
“Inget-inget zaman dulu belum ada peraturan syuting maksimal hanya boleh sampai jam 12 malam. Berangkat syuting pagi, pulang besok siangnya,” kenangnya.







