Ecozone

Lonjakan Harga Emas Antam Picu Kekhawatiran Terhadap Ekonomi RI

226
×

Lonjakan Harga Emas Antam Picu Kekhawatiran Terhadap Ekonomi RI

Sebarkan artikel ini
dok84
Foto : Internet

FENESIA – Harga emas Antam masih bertengger tinggi di level Rp 1.896.000 per gram pada Senin (14/4/2025). Peningkatan ini terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi perekonomian nasional dan global.

Umumnya, penawaran harga emas terjadi ketika muncul ekonomi resesif, ancaman ekonomi, atau ancaman krisis keuangan. Dalam situasi tersebut, masyarakat cenderung memilih emas sebagai aset aman atau safe haven.

Berdasarkan data situs resmi logam mulia Antam, harga emas naik berturut-turut dalam tiga hari terakhir. Kamis (10/4), harga naik Rp 34.000 menjadi Rp 1.846.000 per gram. Lalu Jumat (11/4), naik Rp 43.000 ke level Rp 1.889.000 per gram. Kemudian Sabtu (12/4), naik lagi Rp 15.000 menjadi Rp 1.904.000 per gram.

Meski pada Senin (14/4) harga emas turun Rp 8.000, namun tren kenaikan masih terus berlanjut.

Secara keseluruhan, harga emas naik Rp 157.000 per gram dalam satu bulan terakhir.

Sejak diumumkannya kebijakan tarif dari Presiden AS Donald Trump pada Rabu (2/4), harga emas naik Rp 77.000 per gram.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menyebut hal ini memicu kecemasan global akibat kebijakan ekonomi Trump.

“Ketegangan geopolitik, perang dagang, dan penurunan suku bunga karena inflasi rendah mendorong harga emas,” ujarnya, dikutip detik.

Menurut Ibrahim, situasi global berpotensi menekan perekonomian Indonesia. Masyarakat akhirnya memilih membeli emas sebagai bentuk perlindungan aset.

“Pembelian emas meningkat karena ketakutan akan konflik berkepanjangan dan instabilitas global,” katanya 

Ibrahim menilai, tren ini bisa menjadi peluang besar bagi pemerintah. Terlebih lagi, Indonesia telah memiliki bank bullion yang dapat menghimpun dana dalam bentuk emas.

“Ini kesempatan. Pemerintah sudah membentuk bullion bank untuk mengelola potensi tersebut secara optimal,” tambahnya. Ia juga menyebut masyarakat mulai mengantre untuk membeli emas, baik fisik maupun digital.