Berita

Longsor dan Banjir Taput: Tim Gabungan Terus Lakukan Pencarian

108
×

Longsor dan Banjir Taput: Tim Gabungan Terus Lakukan Pencarian

Sebarkan artikel ini
banjir-dan-longsor-di-tapanuli-utara:-9-tewas,-31-orang-hilang
banjir dan longsor di tapanuli utara: 9 tewas, 31 orang hilang

Tapanuli Utara – Banjir dan longsor yang menerjang Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, menelan korban jiwa. Hingga kini, sembilan orang dinyatakan meninggal dunia dan 31 lainnya masih dalam proses pencarian.

Polres Tapanuli Utara mencatat, sejak Senin (24/11), total 54 kejadian bencana melanda wilayah tersebut. Rinciannya, 40 longsor, 12 banjir, dan 2 pohon tumbang.

Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Ernis Sitinjak, mengungkapkan curah hujan tinggi menjadi penyebab utama bencana ini. Kecamatan Adiankoting dan Parmonangan menjadi wilayah terdampak paling parah.

“Kami telah mengerahkan 93 personel untuk melakukan pencarian, evakuasi, dan distribusi bantuan,” ujar AKBP Ernis, Kamis (27/11).

Tim gabungan dari Basarnas, TNI, BPBD, pemerintah daerah, dan relawan bahu-membahu dalam proses pencarian. Prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga.

Selain korban meninggal dan hilang, 134 warga terpaksa mengungsi akibat rumah mereka tertimbun longsor dan terendam banjir.

Upaya pembukaan akses jalan yang tertutup material longsor terus dikebut untuk mempercepat mobilisasi personel dan logistik.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombespol Ferry Walintukan, memastikan percepatan penanganan terus dilakukan dengan mengerahkan personel tambahan ke titik-titik rawan.

“Polda Sumut memberikan perhatian serius terhadap bencana ini. Upaya pencarian, evakuasi, dan penyaluran bantuan terus dipercepat,” tegasnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.