Padang – Calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat periode 2025–2028 hadir dengan latar belakang yang beragam, mencerminkan dinamika dan keluasan dunia penyiaran serta komunikasi publik di ranah Minang.
Berdasarkan data yang dihimpun, para kandidat berasal dari berbagai profesi, mulai dari mantan komisioner lembaga publik, kalangan akademisi, insan pers, hingga pegiat digital yang aktif di sektor kreatif.
Sebanyak 21 calon kini tengah bersiap menghadapi tahap Uji Kelayakan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) yang akan digelar oleh DPRD Sumatera Barat melalui Komisi I.
Ragam profesi dan pengalaman tersebut menjadi perhatian publik dalam proses seleksi yang diselenggarakan secara terbuka dan transparan oleh Panitia Seleksi (Pansel) KPID Sumbar.
Ketua Tim Seleksi, Otong Rosadi, secara resmi menyerahkan hasil seleksi kepada Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, pada Kamis (2/10/2025), yang kemudian diumumkan ke publik sehari setelahnya.
Dari daftar yang diserahkan, dua nama merupakan mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota di Sumatera Barat, yakni Amid Muttaqim dan Jonnedi.
Sementara Andres dan Jimmi Syah Putra Ginting tercatat sebagai mantan komisioner KPID Sumbar periode sebelumnya.
Enam nama petahana juga kembali mengikuti seleksi kali ini, antara lain Baldi Pramana, Dasrul, Edra Mardi, Eka Jumiati, Ficky Tri Saputra, dan Yusrin Trinanda.
Yusrin diketahui merupakan Pengganti Antar Waktu (PAW) dari Rahmat Sutrisno yang mengundurkan diri menjelang Pemilu 2024 lalu.
Dari kalangan akademisi, tiga nama muncul mewakili dunia pendidikan, yaitu Dendi Kurniawan, Yuni Candra, dan M. Daniel Arifin.
Adapun Arif Yumardi dan Nofal Wiska dikenal sebagai mantan komisioner Komisi Informasi Sumatera Barat. Nofal sebelumnya menjabat sebagai Ketua KI Sumbar, sementara Arif berperan sebagai koordinator di salah satu bidang.
Dari dunia media, terdapat Riki Chandra, seorang wartawan aktif di Sumatera Barat, serta Selvi Gusnelia, penyiar radio asal Bukittinggi.
Selain itu, Deni Marlesi dikenal sebagai pegiat sosial yang aktif di masyarakat, sedangkan Zulfadhli Muchtar mewakili kalangan kreatif digital yang bergerak di bidang media daring.
Dari sisi politik dan kepemudaan, muncul nama Oldsan Bayu Pradipta, aktivis KNPI dan mantan calon legislatif yang juga merupakan putra anggota DPRD Sumbar, Yusuf Abit.
Sementara Yogi Afriandi dikenal sebagai mantan Ketua BEM Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang (UNP) semasa kuliah.
Ke-21 nama tersebut akan mengikuti proses Uji Kelayakan dan Kepatutan di DPRD Sumbar dalam waktu dekat untuk menentukan tujuh komisioner terpilih KPID Sumatera Barat periode 2025–2028.
Lembaga ini diharapkan mampu menjaga standar kualitas siaran, memperkuat literasi media publik, serta beradaptasi dengan perkembangan industri penyiaran di era digital yang terus bergerak cepat.







