Ekonomi

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Tembus 1,38 Juta pada Mei

12
×

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Tembus 1,38 Juta pada Mei

Sebarkan artikel ini
1220190d118b274cb5678f2ad01c073e.jpg
1220190d118b274cb5678f2ad01c073e.jpg

Jakarta – Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang positif sepanjang Mei 2026 dengan mencatatkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 1,38 juta orang.

Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 5,83 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, memaparkan bahwa akumulasi kunjungan wisman selama periode Januari hingga Mei 2026 telah menembus angka 6,07 juta.

Capaian tersebut tumbuh 7,68 persen dibandingkan dengan rentang waktu yang sama pada tahun lalu.

Ateng Hartono menjelaskan bahwa dominasi kunjungan wisatawan asing masih didominasi oleh negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik.

“Berdasarkan asal negara, mayoritas kunjungan wisman pada Mei 2026 berasal dari Malaysia sebanyak 298,21 ribu kunjungan atau 21,58 persen dari total kunjungan,” ujar Ateng Hartono, [Senin, 15 Juni 2026].

Peringkat berikutnya ditempati oleh wisatawan asal Australia dengan total 155,03 ribu kunjungan atau sekitar 11,22 persen.

Singapura menyusul di posisi ketiga dengan menyumbang 136,74 ribu kunjungan atau mencakup 9,89 persen dari total keseluruhan wisman.

Selain sektor mancanegara, aktivitas wisatawan nusantara juga menunjukkan peningkatan signifikan pada periode yang sama.

BPS mencatat total perjalanan wisatawan domestik mencapai 106,16 juta perjalanan selama Mei 2026.

Data tersebut menunjukkan lonjakan sebesar 8,69 persen dibandingkan dengan catatan pada Mei 2025.

Secara kumulatif, pergerakan wisatawan domestik sepanjang Januari hingga Mei 2026 menyentuh angka 523,22 juta perjalanan, atau naik 2,86 persen secara tahunan.

Peningkatan mobilitas masyarakat ini turut berdampak langsung pada sektor transportasi penumpang di tanah air.

Angkutan kereta api menjadi moda transportasi dengan jumlah penumpang tertinggi pada Mei 2026, yakni mencapai 46,96 juta orang.

Angka tersebut naik sebesar 4,17 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sektor angkutan laut domestik juga mencatat kinerja positif dengan melayani 2,66 juta penumpang atau naik 6,45 persen.

Pertumbuhan paling pesat terjadi pada sektor angkutan penyeberangan yang melayani 4,51 juta penumpang atau melonjak 16,66 persen.

Namun, dinamika berbeda terjadi pada sektor transportasi udara yang justru mengalami kontraksi selama periode Mei 2026.

Jumlah penumpang angkutan udara domestik tercatat turun 9,22 persen menjadi 4,11 juta penumpang.

Sementara itu, jumlah penumpang angkutan udara internasional juga mengalami penurunan sebesar 6,41 persen menjadi 1,65 juta penumpang.

Di sisi lain, aktivitas logistik melalui angkutan laut domestik menunjukkan tren peningkatan volume pengiriman barang.

BPS mencatat volume barang yang diangkut melalui laut mencapai 42,69 juta ton pada Mei 2026.

Angka tersebut merepresentasikan kenaikan sebesar 2,76 persen secara tahunan, yang menandakan aktivitas perdagangan dan distribusi barang tetap berjalan stabil di tengah dinamika sektor transportasi penumpang.