BeritaPemerintahan

Komisi I DPR Desak Percepatan Infrastruktur Digital di Wilayah Blank Spot Banten

13
×

Komisi I DPR Desak Percepatan Infrastruktur Digital di Wilayah Blank Spot Banten

Sebarkan artikel ini
A low-angle shot of a tall metal communications tower with multiple antennas against a clear blue sky.
Photo by <a href="https://www.pexels.com/@edouard-matte-50967295?utm_source=instant-images&utm_medium=referral">Edouard Matte</a> on <a href="https://pexels.com">Pexels</a>

Tangerang – Komisi I DPR RI menekankan pentingnya pemerataan infrastruktur digital dalam kunjungan kerja spesifik ke Provinsi Banten. Penguatan konektivitas, khususnya di wilayah Banten Selatan yang masih menghadapi kendala blank spot, dinilai krusial demi mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Ketua Tim Kunjungan, TB Hasanuddin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membahas adanya kesenjangan akses teknologi yang signifikan di berbagai wilayah kabupaten dan kota di Banten.

“Yang pertama membahas dulu adanya kesenjangan antara daerah-daerah baik kabupaten kota di wilayah Banten. Begitu juga wilayah Banten Selatan itu masih terkendala dengan masalah-masalah banyaknya blank spot, juga masih ada kekurangan misalnya fasilitas yang harus disediakan,” ujar TB Hasanuddin usai pertemuan di Tangerang Selatan, Banten, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, keterbatasan akses digital tersebut memberikan dampak negatif yang nyata terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Kondisi tersebut dinilai menghambat sektor pendidikan hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini menjadi penghalang bagi masyarakat dalam memanfaatkan peluang ekonomi serta mengakses layanan publik berbasis digital.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi I DPR RI juga meminta penjelasan dari BAKTI Komdigi. Penjelasan yang diminta mencakup capaian program, strategi pengembangan infrastruktur, serta kendala yang dihadapi dalam mendukung transformasi digital nasional.

Lanjut TB Hasanuddin, dari hasil diskusi tersebut telah terbangun komitmen bersama untuk meningkatkan kapasitas serta kualitas layanan konektivitas di wilayah tersebut.

“Tadi disimpulkan akan ada kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan ini sehingga masyarakat tidak terhambat akibat kurangnya kemampuan dari penyelenggaraan masalah digital itu,” pungkas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.