Berita

Komdigi Salurkan 6,5 Ton Sembako, Bantu Korban Banjir Deli Serdang

57
×

Komdigi Salurkan 6,5 Ton Sembako, Bantu Korban Banjir Deli Serdang

Sebarkan artikel ini
9b0f9a1511d39e7fa4ac845fa8a39dec.jpg
9b0f9a1511d39e7fa4ac845fa8a39dec.jpg

Deli Serdang – Konektivitas komunikasi di Provinsi Sumatra Utara kini hampir pulih total pasca-bencana banjir. Sebanyak 97,8 persen menara BTS telah kembali beroperasi, memastikan masyarakat dapat mengakses informasi darurat dan berkomunikasi dengan keluarga mereka.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memimpin pemulihan infrastruktur vital ini, seiring dengan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada ribuan warga terdampak banjir. Hingga Sabtu (13/12/2025), sebanyak 4.273 dari 4.368 menara BTS yang ada di wilayah tersebut telah berfungsi normal kembali.

Menteri Komdigi Meutya Hafid menegaskan, pemulihan jaringan merupakan kebutuhan mendesak dalam situasi bencana. “Dengan pemulihan mencapai 97,8 persen, masyarakat Sumatra Utara dapat kembali memperoleh informasi penting dan menghubungi keluarga,” ujar Meutya.

Komdigi akan terus memantau layanan komunikasi di wilayah terdampak banjir hingga kondisi benar-benar stabil.

Selain fokus pada pemulihan jaringan, Komdigi juga aktif menyalurkan bantuan. Sebanyak 6,5 ton paket beras, minyak, dan biskuit dibagikan kepada 2.000 warga Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, yang merupakan salah satu wilayah terparah terdampak banjir.

Meutya Hafid menyatakan, Komdigi memberikan berbagai bantuan untuk warga terdampak banjir Sumatra, baik berupa barang ataupun fasilitas posko informasi dan psikososial. “Selain bantuan barang, kami juga menyediakan posko bersama berupa media center serta posko layanan psikososial untuk memulihkan keceriaan anak-anak,” tambahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Meutya saat menghadiri zikir akbar dan doa bersama warga terdampak banjir di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan itu juga diisi pembacaan doa bersama yang dipimpin Ustaz Maulana dan diikuti masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan pemerintah daerah.

Meutya turut mengajak masyarakat untuk tetap saling peduli dan menguatkan. “Setiap ada ujian pasti ada kemudahan. Karena itu kita semua harus saling bantu dan saling mendoakan,” pungkasnya.