Berita

Keraton Surakarta Ganti Gembok, Pegawai BPK X Diusir

87
×

Keraton Surakarta Ganti Gembok, Pegawai BPK X Diusir

Sebarkan artikel ini
kronologi-pengusiran-pegawai-bpk-x-dari-museum-keraton-surakarta
kronologi pengusiran pegawai bpk x dari museum keraton surakarta

Solo – Konflik internal Keraton Surakarta kembali memanas. Pegawai Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X diusir saat bertugas di Museum Keraton, Sabtu (13/12).

Pengusiran ini diduga dilakukan oleh kubu SISKS Pakubuwana XIV Purbaya. Mereka juga melakukan penggantian gembok dan memasang CCTV di area Keraton.

BRM Suryomulyo Saputro, cucu SISKS Pakubuwana XIII, mengungkapkan kejadian bermula dari pemasangan CCTV sepihak.

“Ada pemasangan CCTV sepihak. Kemudian berlanjut ke museum dan depan pintu Kasentanan,” jelasnya.

Dua putri Pakubuwana XIII, GKR Panembahan Timoer Rumbai dan GKR Devi Lelyana Dewi, bersama belasan pendukung SISKS Pakubuwana XIV Purbaya, disebut terlibat langsung dalam pengusiran pegawai BPK.

Setelah pengusiran, kubu SISKS Pakubuwana XIV Purbaya mengganti sejumlah gembok pintu keraton, termasuk pintu utama Kori Kamandungan.

“Tiba-tiba diusir, dipaksa keluar dari museum, lalu digembok semua,” kata Suryo.

Suryo menyayangkan tindakan tersebut, terutama karena Museum Keraton Surakarta sedang dalam proses renovasi dan revitalisasi. Ia khawatir penggunaan gerinda dapat merusak benda cagar budaya.

Juru Bicara SISKS Pakubuwana XIV Purbaya, KPA Singonagoro, membenarkan penggantian gembok.

“Jumlahnya kurang lebih 10 pintu termasuk Kamandungan, Kasentanan, kantor Sasono Wilopo, Perpustakaan, Sasana Handrawina, dan museum,” ungkap Singonagoro.

Namun, Singonagoro membantah adanya pengusiran. Ia mengklaim penggantian kunci dilakukan agar Babadan (kabinet) bentukan SISKS Pakubuwana XIV Purbaya dapat bekerja dengan baik.

“Jadi tidak ada pengusiran. Bisa dilihat, orang-orang di sana masih ada kok,” pungkasnya.

Saat kejadian, petinggi Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta, pendukung SISKS Pakubuwana XIV Mangkubumi, sedang berada di Jakarta memenuhi undangan Kementerian Kebudayaan.