Berita

Kepala BGN Ajak Chef Ciptakan Menu MBG Bintang Lima

113
×

Kepala BGN Ajak Chef Ciptakan Menu MBG Bintang Lima

Sebarkan artikel ini
kepala-bgn-dorong-inovasi-menu-mbg-kualitas-bintang-5-lewat-chef-profesional
kepala bgn dorong inovasi menu mbg kualitas bintang 5 lewat chef profesional

Bogor – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mendorong inovasi menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tujuannya agar makanan berkualitas tinggi tetap terjangkau.

Dadan ingin ahli gizi dan koki berkolaborasi menciptakan menu khas MBG. Menu ini diharapkan memenuhi standar gizi dan berkualitas tinggi.

“Saya berharap suatu hari keluar inovasi-inovasi makanan dari ahli gizi dan chef-chef profesional sehingga akan keluar khas Program Makan Bergizi yang kualitasnya sekelas bintang 5 tapi harganya harga Program MBG dengan bahan baku Rp10.000,” kata Dadan, Kamis (19/3/2026).

Inovasi produk penting, terutama saat Ramadan. Makanan harus bergizi, segar, dan tahan lama.

“Inovasi produk ini penting terutama terkait dengan program selama bulan Ramadan, di mana kita membutuhkan makanan yang berkualitas tinggi, fresh, tapi tahan lama. Nah ini tantangannya,” ungkap Dadan.

Dadan menyoroti peningkatan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dari 1.000 unit tahun lalu, kini menjadi 25.000 unit di seluruh Indonesia.

Peningkatan ini membawa tantangan dalam menjaga kualitas layanan. Meski ada beberapa SPPG yang disorot, Dadan menilai hal itu wajar.

“Jadi kalau ada 62 yang membuat viral menjadi sesuatu yang luar biasa dari 25.000, jadi kalau dihitung secara persentasi sebetulnya kecil tetapi itulah yang kemudian dilihat oleh masyarakat,” kata dia.

Evaluasi dan perbaikan akan terus dilakukan. Tujuannya agar kualitas layanan MBG merata.

Dadan menekankan pentingnya kepatuhan terhadap petunjuk teknis dan SOP.

“Kita patut terus melakukan perbaikan ke dalam supaya kualitas merata dan tidak ada satu pun SPPG yang menyimpang dari juknis dan SOP yang ditetapkan,” pungkasnya.

Ahmad Sahroni meminta pengawasan ketat Program Makan Bergizi oleh BGN dan Kejaksaan Agung. Tujuannya, memastikan dana efektif, efisien, dan bebas dari penyelewengan.