Berita

Kemnaker Gandeng Tiga Universitas di Bandung Tingkatkan Kualitas Tenaga Kerja

37
×

Kemnaker Gandeng Tiga Universitas di Bandung Tingkatkan Kualitas Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini

Bandung – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama strategis dengan tiga perguruan tinggi di Bandung, yakni Universitas Teknologi Bandung (UTB), Universitas Pasundan (Unpas), dan Universitas Langlangbuana (UNLA). Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM), riset, serta pengabdian kepada masyarakat.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam penandatanganan kesepahaman bersama yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat, pada Senin (8/6/2026). Prosesi penandatanganan dilakukan langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker, Cris Kuntadi, bersama para rektor dari ketiga perguruan tinggi tersebut.

Menurut Cris Kuntadi, kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional. Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan mampu memperkecil kesenjangan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.

Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat inovasi dan riset. Di sisi lain, Kemnaker memiliki mandat untuk menyiapkan tenaga kerja kompeten sekaligus memperluas kesempatan kerja.

“Kesepahaman Bersama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi kelembagaan dalam mendukung pembangunan ketenagakerjaan nasional. Sinergi ini menjadi kunci dalam menghasilkan SDM unggul yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional,” ujar Cris Kuntadi.

Ia menambahkan, kerja sama ini diharapkan mampu memicu berbagai program konkret guna meningkatkan kualitas lulusan, baik melalui pengembangan hard skills maupun soft skills. Nantinya, lulusan perguruan tinggi akan mendapatkan akses lebih luas terhadap program pelatihan, sertifikasi, magang, hingga penempatan kerja.

Bagi Kemnaker, kolaborasi ini mendukung penyusunan kebijakan berbasis riset. Sementara bagi pihak kampus, langkah ini akan meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja global.

“Saya berharap penandatanganan hari ini tak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi titik awal dari implementasi program-program kolaboratif yang nyata, terukur, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Terdapat tiga poin utama dalam ruang lingkup kerja sama antara Kemnaker dengan ketiga mitra perguruan tinggi tersebut. Pertama, pengembangan kapasitas SDM untuk meningkatkan mutu dan kompetensi agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja modern.

Kedua, pengkajian kebijakan, yakni melakukan riset mendalam untuk mendukung perumusan kebijakan dan pembangunan di bidang ketenagakerjaan. Ketiga, pengabdian kepada masyarakat dengan menyelenggarakan program-program aplikatif yang mendukung penguatan ekosistem kerja di lingkungan masyarakat.

“Melalui kolaborasi akademis dan pemerintah ini, Kemnaker berharap lahir inovasi-inovasi baru yang mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan global sekaligus mempercepat pembangunan SDM yang unggul dan berdaya saing tinggi di Indonesia,” kata Cris.