Karanganyar – Jemaat Ahmadiyah Indonesia secara resmi mengadukan pembubaran paksa kegiatan perkemahan pemuda di Watu Gambir Park, Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Langkah ini diambil lantaran ribuan peserta yang terdiri dari anak-anak dan remaja mengalami trauma akibat intimidasi saat kegiatan berlangsung pada Jumat, 5 Juni 2026.
Juru bicara sekaligus Sekretaris Pers Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Yendra Budiana, mengungkapkan bahwa pihaknya kini fokus melakukan pemetaan dan pemulihan kesehatan mental para peserta. Menurutnya, ribuan anak dan remaja tersebut sempat ketakutan saat kegiatan yang seharusnya berlangsung hingga Ahad itu dihentikan paksa oleh aparat kepolisian.
Pembubaran tersebut dipicu oleh aksi demonstrasi sekelompok orang yang mengatasnamakan Forum Ukhuwah Umat Islam Solo Raya (FUUI-SOYA). Massa melakukan unjuk rasa sejak seusai salat Jumat hingga pukul 21.00 WIB dengan alasan menolak penyebaran paham Ahmadiyah. Akibat tekanan tersebut, peserta terpaksa dipulangkan lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan.
Yendra menegaskan bahwa kegiatan tersebut sebenarnya telah mengikuti prosedur administratif, termasuk koordinasi dengan pemilik lokasi dan pihak terkait. Ia juga menyatakan bahwa kegiatan serupa sebelumnya pernah diselenggarakan di lokasi yang sama tanpa menemui kendala.
Di sisi lain, Sekretaris FUUI-SOYA, Abu Hambra, membenarkan pihaknya melakukan penolakan karena mengacu pada Fatwa MUI tahun 2005 mengenai status aliran Ahmadiyah. Abu mengklaim bahwa masyarakat dan aparat setempat tidak mengetahui bahwa kegiatan perkemahan yang awalnya menggunakan nama Humanity First tersebut merupakan agenda Jemaat Ahmadiyah.
Pihak FUUI-SOYA menyatakan akan terus melakukan pemantauan di lokasi bersama aparat kepolisian hingga Minggu, 7 Juni 2026, untuk memastikan kegiatan tidak berlanjut. Sementara itu, ribuan peserta yang sedianya akan mengisi agenda dengan olahraga, hiking, permainan, hingga salat tahajud bersama, harus mengakhiri kegiatan mereka lebih cepat akibat ketegangan tersebut.







