Jakarta – Menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 10 Juni 2026, jajaran direksi PT Bayan Resources Tbk (BYAN) terpantau melepas kepemilikan saham mereka secara masif. Aksi divestasi ini dilakukan oleh tiga direktur perseroan sepanjang bulan Mei 2026.
Tiga direksi yang melepas saham tersebut adalah Alastair Gordon Christopher Mcleod, Neil Russell John, dan Oliver Khaw Kar Heng. Aksi ini berlangsung di tengah tren penurunan harga saham BYAN yang tercatat terkoreksi 9,31% dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
Terbaru, Direktur BYAN, Alastair Gordon Christopher Mcleod, menjual 3 juta lembar sahamnya pada 13 Mei 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, transaksi tersebut dilakukan di harga Rp 12.000 per saham dengan nilai total mencapai Rp 36 miliar. Pasca-penjualan ini, porsi kepemilikan Alastair menyusut dari 7 juta lembar menjadi 4 juta lembar saham, atau setara 0,012%.
Langkah serupa juga diambil oleh Direktur Neil Russell John sehari sebelumnya. Pada 12 Mei 2026, Neil melepas 3 juta lembar saham di harga yang sama, yakni Rp 12.000 per saham. Transaksi tersebut membuat kepemilikan saham Neil di Bayan Resources tersisa 2,93 juta lembar atau 0,009%.
Sementara itu, Oliver Khaw Kar Heng menjadi direksi yang telah merampungkan seluruh divestasi sahamnya di perusahaan tersebut. Oliver terpantau menjual sisa sahamnya sebanyak 134.700 lembar pada 7 hingga 8 Mei 2026 dalam dua tahap transaksi. Dengan penjualan tersebut, Oliver kini tidak lagi memiliki saham di PT Bayan Resources Tbk atau nol persen.
Aksi jual ini bertepatan dengan periode krusial bagi investor yang ingin mengikuti RUPST, di mana mereka harus tercatat sebagai pemegang saham sebelum 18 Mei 2026. Adapun pada penutupan perdagangan Rabu (13/5/2026), saham BYAN berada di level Rp 11.200 per lembar, setelah mengalami penurunan sebesar 1,75%.














