Berita

Jatim Gencarkan Modifikasi Cuaca, Antisipasi Puncak Musim Hujan

61
×

Jatim Gencarkan Modifikasi Cuaca, Antisipasi Puncak Musim Hujan

Sebarkan artikel ini
jatim-lakukan-30-kali-modifikasi-cuaca-cegah-hujan-ekstrem
jatim lakukan 30 kali modifikasi cuaca cegah hujan ekstrem

Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) meningkatkan upaya mitigasi bencana hidrometeorologi menjelang puncak musim hujan. Salah satunya dengan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Hingga saat ini, 30 penerbangan telah dilakukan untuk mengantisipasi hujan ekstrem di wilayah rawan.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan OMC dilakukan seiring meningkatnya risiko bencana saat curah hujan mencapai puncaknya.

Operasi ini melibatkan BPBD Jatim, Lanudal Juanda, BMKG, dan PT Milan Pillery.

“BMKG menyampaikan bahwa puncak hujan di Bulan Desember adalah 20 persen. Sedangkan puncaknya puncak ada di Bulan Januari yang mencapai 58 persen dan di Februari 22 persen,” kata Khofifah, Senin (22/12).

OMC bertujuan mendistribusikan hujan lebih merata, terutama di wilayah selatan Jatim seperti Pacitan hingga Banyuwangi.

Prosesnya menggunakan bahan ramah lingkungan yang disemai melalui pesawat khusus. Bahan ini membantu pembesaran butiran air di awan agar hujan turun terkendali.

Hingga 20 Desember 2025, total penerbangan OMC mencapai 30 sortie. Operasi ini menggunakan 14 ton kalsium oksida (CaO) dan 16 ton natrium klorida (NaCl) atau garam, dengan total waktu terbang 62 jam 24 menit.

Khofifah juga mengingatkan masyarakat untuk berperan aktif dalam mitigasi bencana secara mandiri.

“Mari kita lakukan kewaspadaan bersama semaksimal mungkin untuk menghindari hal-hal yang membahayakan,” imbaunya.

Ia mengimbau masyarakat menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai, membersihkan saluran air, dan menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin kencang.

“Hal-hal seperti ini saya rasa bisa kita akses informasi dari berbagai platform agar kehidupan kita aman dan selamat,” pungkasnya.