Ecozone

Greater Bay Area Perluas Kerja Sama ASEAN dengan Indonesia di Sektor AI dan EV

9
×

Greater Bay Area Perluas Kerja Sama ASEAN dengan Indonesia di Sektor AI dan EV

Sebarkan artikel ini
7f3f005e01730d77a47713651765387a.jpg
7f3f005e01730d77a47713651765387a.jpg

Jakarta, Fenesia.com – Kawasan Greater Bay Area (GBA) yang mencakup Hong Kong, Shenzhen, Guangzhou, dan sejumlah kota di Cina Selatan kini menetapkan Indonesia sebagai destinasi utama ekspansi bisnis dan investasi strategis di Asia Tenggara.

Langkah ini dipicu oleh pergeseran rantai pasok global serta posisi Indonesia sebagai ekonomi terbesar di kawasan ASEAN dengan populasi mencapai 220 juta pengguna internet.

Fokus investasi kawasan ekonomi yang memiliki skala setara ekonomi terbesar kesepuluh dunia tersebut kini menyasar sektor kecerdasan buatan (AI), kendaraan listrik (EV), ekonomi digital, serta transisi energi.

Associate Director-General of Investment Promotion Invest Hong Kong, Loretta Lee, menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi yang sangat istimewa dalam strategi ekspansi mereka.

“Indonesia memiliki tempat yang istimewa dalam strategi kami. Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, Indonesia menawarkan potensi yang luar biasa, mulai dari pasar domestik yang kuat, demografi muda, transformasi digital yang cepat, rencana infrastruktur yang ambisius, hingga strategi hilirisasi industri yang berani,” ujar Loretta Lee dikutip dari sumber terkait, Minggu (5/7).

Menurutnya, pola investasi Hong Kong di ASEAN telah mengalami transformasi signifikan dalam satu dekade terakhir.

Jika sebelumnya modal lebih banyak tertanam di sektor manufaktur dan perdagangan, kini arus investasi mulai beralih ke inovasi, teknologi bernilai tambah tinggi, dan keberlanjutan.

“Ekonomi digital menjadi sektor terdepan. Populasi Indonesia yang besar, muda, dan terkoneksi secara digital mendorong pertumbuhan eksponensial fintech, AI, layanan cloud, infrastruktur digital, dan perdagangan elektronik,” imbuh Loretta.

Sektor kendaraan listrik juga menjadi daya tarik utama bagi perusahaan GBA.

CEO One Energy (HK) Limited, Kevin To, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan pasar paling potensial mengingat populasi sepeda motor yang mencapai 120 juta unit.

“Indonesia adalah salah satu pasar sepeda motor terbesar di dunia, dengan lebih dari 120 juta sepeda motor,” kata Kevin To.

Perusahaan tersebut saat ini sedang menjajaki pembentukan usaha patungan (joint venture) dengan mitra lokal untuk membangun fasilitas manufaktur dan infrastruktur pendukung kendaraan listrik di Indonesia.

Ketua Komite Bilateral Hong Kong dan Makau Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Suwito, mencatat bahwa peran Hong Kong sebagai investor asing sering kali tidak terlihat secara kasat mata.

“Hong Kong sebenarnya merupakan investor asing terbesar kedua di Indonesia. Jika digabungkan dengan Cina, maka posisinya menjadi nomor satu,” ungkap Suwito.

Ia menambahkan bahwa Indonesia kini aktif mempromosikan peluang investasi di sektor startup digital dan ekosistem baterai guna menarik lebih banyak modal dari Shenzhen dan Hong Kong.

Direktur Sumber Daya dan Industrialisasi Kementerian Luar Negeri, Awidya Santikajaya, menilai kerja sama ini akan mempercepat transformasi digital dan industrialisasi nasional.

“Kami melihat Hong Kong sebagai hub untuk modal, teknologi, dan perusahaan yang memiliki jangkauan internasional. Kami melihat hubungan antara Indonesia dan Greater Bay Area secara sangat positif,” kata Awidya.

Chief Executive Hong Kong, John Lee, menyatakan bahwa pihaknya akan terus memperkuat peran sebagai penghubung investasi internasional dengan fokus pada pengembangan smart city, infrastruktur digital, dan inovasi teknologi bagi negara-negara ASEAN.