Jakarta – Pemkab Probolinggo, Jawa Timur, mendampingi pemulangan bayi SA (9 bulan) yang terlantar di Malaysia.
Bayi tersebut terlantar karena ditinggalkan orang tuanya yang bekerja sebagai migran.
SA sempat dirawat di rumah sakit di Johor, Malaysia, karena sakit paru-paru.
Setelah ditelusuri, keluarga besarnya berada di Probolinggo.
Kerja sama lintas sektoral memuluskan pemulangan SA.
Penyerahan bayi dilakukan di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Probolinggo.
“Pemulangan bayi terlaksana dengan aman dan lancar,” kata Kepala Disnaker Probolinggo, Saniwar, Kamis (29/1).
KJRI, Pemprov Jatim, Pemkab Probolinggo, hingga pemerintah kecamatan dan kelurahan terlibat dalam pemulangan SA.
“Berkat sinergi tersebut, bayi SA dapat kembali ke Tanah Air dan berkumpul dengan keluarga besarnya di Kabupaten Probolinggo,” ujar Saniwar.
SA tiba di Bandara Internasional Juanda, Surabaya.
Pemprov Jatim memfasilitasi perjalanan ke Probolinggo melalui Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pelayanan dan Perlindungan Tenaga Kerja (P2TK).
Nurul Hidayati dari UPT P2TK menyerahkan bayi itu kepada Saniwar, yang kemudian menyerahkannya kepada keluarga.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Probolinggo, Rachmad Hidayanto, mengapresiasi semua pihak yang terlibat.
“Peristiwa itu menjadi perhatian bersama, sekaligus pengingat bagi para pekerja migran Indonesia, khususnya perempuan, agar berangkat bekerja ke luar negeri melalui jalur yang legal dan prosedural,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar pekerja migran mematuhi hukum di negara tempat mereka bekerja.
Kepala Puskesmas Kraksaan, Heni Rahmawati, akan mempelajari rekam medis SA dari rumah sakit di Johor.
“Kami akan mempelajari terlebih dahulu berkas rekam medis dari Johor, Malaysia. Selanjutnya akan kami lakukan tindakan medis lanjutan apabila diperlukan,” pungkasnya.







