Di Indonesia, geliat perayaan Imlek dari tahun ke tahun semakin semarak dan bervariasi. Hal ini terjadi ketika Orde Baru berakhir dan Orde Reformasi dimulai. Beberapa peraturan yang membantasi ruang gerak etnis Tionghoa pun mulai dihapuskan dan kemudian sering ditampilkan dihadapan umum yaitu perayaan Imlek. Keputusan tersebut mempunyai dampak positif karena berbagai kebudayaan Tionghoa mulai dikenal umum dan menjadi kekayaan kebudayaan Indonesia.
Hal yang berbeda dari Imlek ini yaitu peralatan dan isi dari perayaan tersebut, sehingga dalam perayaan ini tersembunyi makna tertentu yang membuat warga keturunan Tionghoa mempersiapkan hal itu dan senantiasa berusaha untuk melakukannya secara turun-temurun.
Adapun fakta Imlek di Indonesia yaitu:
1. Perayaan Imlek Dilarang pada Masa Belanda

Pada masa penjajahan Belanda, perayaan Imlek di Indonesia dilarang oleh pihak Belanda, karena pada saat itu tanah air Indonesia di kuasai oleh Belanda.
2. Pada Masa orde baru, Ada Larangan Merayakan Imlek

Pada masa orde baru tepatnya saat pemerintahan Soeharto, larangan imlek kembali dikeluarkan, dengan putusan tersebut Soeharto melarang keras adanya hal-hal yang berbau TiongHoa termasuk pada perayaan Imlek.
3. Masa jabatan Gus Dur dan Megawati perayaan Imlek diresmikan sebagai hari libur Nasional

Perayaan Imlek kembali dirayakan dengan suka cita sampai pada jabatan Megawati Soekarnoputri sampai sekarang. Saat ini masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Tionghoa bisa merayakan Imlek secara terbuka.
4. Keramaian Imlek dan Alat Musik Tanjidor

Perayaan Imlek pada masanya selalu dihiasi dengan musik Tanjidor, barongsai, suling, dangsu, atau pemain akrobat rakyat, dan topeng.
5. Disebut Sebagai Spring Festival

Bagi masyarakat yang tinggal di China, Imlek juga disebut sebagai Spring Festival. Karena biasanya Imlek dirayakan saat awal musim semi yang menurut kalendar China jatuh di sekitar bulan Februari.
Penulis : Rahma Yulia Putri







