BeritaEcozone

Dampak Penguatan Dolar terhadap Usaha Importasi di Indonesia

499
×

Dampak Penguatan Dolar terhadap Usaha Importasi di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Dampak Penguatan Dolar
Foto : Internet

FENESIA – Ketua Badan Pengurus Pusat Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI), Subandi, mengungkapkan bahwa penguatan dolar terhadap rupiah sedang memengaruhi pelaku usaha bidang importasi.

Dikutip Tempo, Subandi menyatakan bahwa importir saat ini harus mengurangi volume impor dan menaikkan nilai jual produk mereka

Menurutnya, pelemahan rupiah berdampak merugikan bagi pelaku usaha impor, termasuk dalam bidang impor materi baku, barang modal, dan barang konsumsi rumah tangga.

Menurut Subandi, kenaikan harga jual pangan saat ini berlaku untuk semua pangan yang memiliki bahan baku impor, seperti tahu, tempe, mie, dan berbagai minuman.

“Bahan baku yang dimaksud dapat terdiri dari kedelai, gandum, kacang-kacangan, gula, termasuk juga beras,” ungkapnya.

Selain kenaikan harga jual barang yang berasal dari luar negeri, biaya logistik di dalam negeri juga mengalami kenaikan.

“Sebagai contoh, biaya THC yang dikenakan dalam mata uang dolar AS, meskipun transaksi dilakukan dalam rupiah, juga biaya pada depo yang juga dikenakan dalam mata uang dolar AS,” jelasnya

Subandi mencatat bahwa daya beli masyarakat sedang mengalami penurunan. “Daya beli tidak dalam kondisi yang baik, dan itu membuat keputusan untuk menaikkan tarif jual produk menjadi sangat sulit,” tambahnya.

Dalam menghadapi situasi ini, Subandi mengungkapkan bahwa para pelaku usaha akan mengambil beberapa langkah, termasuk mengurangi volume impor dan produksi, menyesuaikan ukuran produk, menaikkan harga, serta menunda sementara kegiatan impor, sembari menunggu mata uang rupiah kembali normal terhadap dolar dan mata uang asing lainnya.

“Semua tindakan ini dilakukan agar pelaku usaha tidak menghadapi kerugian yang lebih besar,” pungkasnya.