BeritaPolitik

Ijeck Akui Terkejut dan Kecewa Dicopot, Kini Terima Keputusan

82
×

Ijeck Akui Terkejut dan Kecewa Dicopot, Kini Terima Keputusan

Sebarkan artikel ini
ijeck-pasrah-dicopot-bahlil-dari-ketua-dpd-golkar-sumut:-sudah-waktunya-bergantian
ijeck pasrah dicopot bahlil dari ketua dpd golkar sumut: sudah waktunya bergantian

Jakarta – Mantan Ketua DPD Golkar Sumatera Utara, Musa Rajekshah alias Ijeck, mengaku terkejut dan sempat kecewa atas pencopotannya dari jabatan tersebut. Keputusan ini diambil oleh Ketua Umum Partai Golkar.

Ijeck menyatakan bahwa ia baru mengetahui isu pencopotannya dari media dan belum menerima surat resmi. Namun, ia mengaku telah menerima keputusan tersebut setelah merenung dan berbicara dengan rekan-rekannya.

“Kalau saya ya awalnya terkejutlah, siapa yang enggak terkejut ya. Bohong kalau dibilang enggak terkejut, enggak kecewa. Awalnya seperti itu,” kata Ijeck kepada wartawan di Jakarta, Sabtu, 20 Desember 2025.

“Tapi setelah saya renungkan, saya berbicara dengan kawan-kawan, ya sudahlah. Mau apa lagi? Kita terima,” sambungnya.

Ia menyerahkan seluruh proses pencopotannya kepada Ketua Umum Partai Golkar. Ijeck juga memaklumi dinamika organisasi yang ada, di mana jabatan bukanlah sesuatu yang permanen.

Pencopotan Ijeck dari jabatan Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara diketahui dari Surat Keputusan (SK) DPP Partai Golkar yang beredar di media sosial.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Tapanuli Tengah, Aprina Situmorang, menyatakan bahwa Ijeck saat ini tengah mengarahkan Partai Golkar Sumut untuk fokus membantu warga yang terdampak banjir.

“Dalam beberapa hari terakhir ini kami diarahkan ketua untuk membantu warga yang terdampak banjir, baik di wilayah Sumatera Utara maupun Aceh Tamiang. Membantu evakuasi warga termasuk saat banjir di Kota Medan akhir November lalu,” kata Aprina dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025).

Menurut Aprina, banjir yang melanda sejumlah daerah telah menyebabkan ribuan warga terdampak, rumah terendam, dan aktivitas masyarakat lumpuh.

Dalam kondisi tersebut, Ijeck memilih untuk memprioritaskan kerja-kerja kemanusiaan.