Ecozone

IHSG Tertekan ke Level 5.890, Ekonom INDEF Sebut Pasar Risk-off

12
×

IHSG Tertekan ke Level 5.890, Ekonom INDEF Sebut Pasar Risk-off

Sebarkan artikel ini
43f0d6a93bb033548256609e634cba39.jpg
43f0d6a93bb033548256609e634cba39.jpg

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan hari ini. Sempat dibuka di level 5.919,56 dan mencapai posisi tertinggi di 5.924,51, indeks kemudian merosot tajam hingga menyentuh titik terendah di level 5.849,86.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Rizal Taufikurahman menegaskan, pelemahan IHSG sepanjang sepekan terakhir bukan disebabkan oleh penurunan kinerja emiten. Pasar saat ini tengah terperangkap dalam fase risk-off akibat kombinasi sentimen global dan domestik yang membebani investor.

Menurut Rizal, penguatan dolar AS yang membuat rupiah kian tertekan mendekati level Rp18.000 per dolar AS telah memicu aksi jual masif. Kondisi ini diperburuk dengan adanya arus keluar modal atau capital outflow serta meningkatnya persepsi risiko terhadap ekonomi domestik.

“Investor cenderung melakukan aksi jual secara luas, bahkan pada saham-saham dengan fundamental kuat dan dividen tinggi,” ujar Rizal, Kamis (4/6).

Ia menjelaskan bahwa aksi jual tersebut terjadi karena para pelaku pasar memilih untuk mengurangi eksposur mereka terhadap aset-aset berisiko di tengah ketidakpastian ekonomi. Akibatnya, saham yang memiliki performa baik pun tidak luput dari koreksi harga.

Meski pasar sedang dalam tekanan, Rizal melihat adanya peluang bagi investor di tengah penurunan harga saat ini. Banyak saham kini diperdagangkan pada valuasi yang jauh lebih murah dan menarik dibandingkan sebelumnya.

Pemulihan IHSG di masa depan sangat bergantung pada stabilitas nilai tukar rupiah dan kembalinya aliran modal asing ke pasar domestik. Selain itu, kepercayaan pasar terhadap kebijakan ekonomi akan menjadi kunci utama dalam mendorong kebangkitan indeks.

“Emiten dengan fundamental kuat dan dividend yield tinggi berpotensi menjadi motor rebound ketika sentimen pasar mulai pulih,” pungkasnya.

634618d176830b7a58eb2b69659e70a9.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Emiten di sektor jasa pengujian, inspeksi dan sertifikasi (TIC), PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) siap membagikan dividen final tunai senilai Rp 2,31 per lembar saham atau Rp 7,25 miliar. Aksi korporasi ini telah disetujui oleh para pemegang saham dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Kamis (4/6/2026). Kamis (4/6/2026) harga saham MUTU telah naik 3,88% di Rp 107 per saham hingga pukul 13.32 WIB….

29cfb8ab725d86ece3f514a8a80d5fda.jpg
Ecozone

Fenesia-JAKARTA. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna DPR, Kamis (4/6). Pengesahan dilakukan dalam Rapat Paripurna ke-20 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen,…