Ecozone

IHSG Menguat 0,18 Persen, Simak Proyeksi Pergerakan Pasar Pekan Depan

45
×

IHSG Menguat 0,18 Persen, Simak Proyeksi Pergerakan Pasar Pekan Depan

Sebarkan artikel ini
467266c0618ec330cdefcc91b13ea812.jpg
467266c0618ec330cdefcc91b13ea812.jpg

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pekan ini dengan pelemahan signifikan pada Jumat (8/5/2026), yakni turun 204,92 poin atau 2,86% ke level 6.969,4. Meski sempat tertekan di akhir pekan, secara akumulatif selama sepekan IHSG masih mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,18%.

Kondisi pasar yang volatil ini mencerminkan sikap investor yang masih cenderung melakukan aksi tunggu atau wait and see. Ketidakpastian arah kebijakan ekonomi global serta dinamika geopolitik menjadi faktor utama yang membebani laju indeks di tengah optimisme yang sempat terbangun sebelumnya.

Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, menyatakan bahwa penguatan IHSG dalam sepekan terakhir belum sepenuhnya solid. Sentimen meredanya konflik Iran-AS dan tren penurunan harga minyak sempat memberikan sentimen positif, namun pasar kembali bereaksi terhadap ketegangan yang belum sepenuhnya usai.

Senada dengan itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyoroti tekanan jual yang mendominasi pasar. Menurutnya, rilis data makro domestik yang membaik belum mampu mengompensasi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta kekhawatiran pelaku pasar akan krisis energi akibat buntu perundingan di Timur Tengah. Selain itu, rencana pemerintah untuk menaikkan royalti pertambangan mineral dan batubara juga menjadi sentimen negatif yang dicermati investor.

Memasuki perdagangan awal pekan depan pada Senin (11/5/2026), IHSG diprediksi masih akan bergerak fluktuatif. Ekky memperkirakan indeks akan bergerak di kisaran 6.950 hingga 7.200. Ia menyarankan investor untuk tetap selektif dan memprioritaskan strategi perdagangan jangka pendek karena arah pasar yang masih cenderung konsolidatif.

Sektor perbankan yang mulai pulih pasca koreksi dalam, sektor telekomunikasi, serta saham-saham grup Prajogo Pangestu dinilai layak untuk dicermati oleh investor.

Sementara itu, Herditya melihat adanya peluang technical rebound pada Senin depan. Ia memproyeksikan indeks akan bergerak dengan level support di 6.946 dan resistance di 7.049. Investor disarankan memperhatikan saham-saham seperti MAPA dengan target harga Rp 695 – Rp 725, AADI di rentang Rp 10.225 – Rp 10.825, dan BULL di kisaran Rp 520 – Rp 555 per saham.