BeritaPeristiwa

Jemaah Haji Asal Pesisir Selatan Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Medis

14
×

Jemaah Haji Asal Pesisir Selatan Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Medis

Sebarkan artikel ini

Mekkah – Kabar duka menyelimuti jemaah haji Embarkasi Padang. Seorang jemaah asal Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, bernama Imam Kanapi (81), dilaporkan meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi, pada Rabu (20/5/2026).

Almarhum yang tergabung dalam Kloter PDG 11 tersebut mengembuskan napas terakhirnya di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah sekitar pukul 13.30 Waktu Arab Saudi (WAS).

Ketua Kloter PDG 11, Ermizaldi, menjelaskan bahwa kondisi kesehatan almarhum sempat menurun sebelum dinyatakan kritis. Sebelumnya, mendiang sempat mengeluhkan gejala batuk serta penurunan nafsu makan.

“Beliau masih bisa diajak komunikasi dan masih makan sedikit-sedikit,” ujar Ermizaldi melalui pesan seluler, Kamis (21/5/2026).

Namun, kondisi pria lanjut usia tersebut memburuk secara drastis pada pukul 13.00 WAS hingga tidak sadarkan diri. Petugas kesehatan kloter sempat memberikan penanganan darurat sebelum akhirnya membawa almarhum ke KKHI.

“Petugas kesehatan juga telah memberikan obat sesuai keluhan yang dialami almarhum. Namun, tim kesehatan kembali mendapat laporan bahwa kondisi Imam Kanapi menurun dan tidak sadarkan diri,” tutur Ermizaldi.

Setibanya di fasilitas kesehatan, tim medis menyatakan Imam Kanapi wafat. Diagnosis medis menyebutkan almarhum meninggal akibat syok kardiogenik atau serangan jantung, yang diperkuat dengan riwayat penyakit jantung yang dideritanya.

Pembimbing ibadah kloter, Asrizal, menyebutkan bahwa Imam Kanapi berangkat ke Tanah Suci bersama istrinya, Kasiyati. Almarhum diketahui telah menyelesaikan rangkaian ibadah umrah wajib setelah tiba di Makkah pada 17 Mei 2026. Jenazah kemudian dimakamkan di pemakaman Syara’i, Makkah, setelah disalatkan di Masjidil Haram.

Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat, M. Rifki, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya jemaah tersebut.

“Kami turut berduka cita atas wafatnya almarhum. Semoga beliau husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ungkap Rifki.

Rifki juga mengimbau seluruh jemaah, khususnya lansia, untuk menjaga kondisi fisik di tengah cuaca panas ekstrem. Ia menyarankan agar jemaah membatasi aktivitas di luar ruangan dan tidak memaksakan diri.

“Kurangi aktivitas fisik yang menguras tenaga. Jika ingin beribadah di Masjidil Haram, diutamakan malam hari dan tetap didampingi petugas, terutama bagi jemaah lansia,” tegasnya.

Sebelumnya, dua jemaah haji Embarkasi Padang lainnya, yakni Tukiman Sadi Kromo Karso (54) asal Bengkulu dan Yunilis Muin (73) asal Kota Bukittinggi, juga dilaporkan meninggal dunia saat berada di Madinah dan telah dimakamkan di pemakaman Baqi.