BANDUNG BARAT – Aktivitas industri pengolahan batu kapur di Kampung Pamucatan, Desa Ciburuy, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, memicu pencemaran udara serius yang berdampak pada kesehatan warga.
Pemukiman penduduk kini diselimuti debu putih tebal yang menempel di atap rumah, lantai, hingga dedaunan menyerupai salju.
Musim kemarau panjang memperburuk kondisi tersebut karena partikel debu lebih mudah terbawa angin ke area hunian.
Warga setempat, Ela (43), mengaku harus membersihkan rumahnya setiap hari akibat debu yang terus menerus masuk ke dalam kediaman.
“Kami lelah harus membersihkan rumah setiap hari karena debu tidak kunjung habis,” ujarnya.
Ia menyayangkan belum adanya upaya serius dari pihak perusahaan untuk menekan tingkat pencemaran tersebut.
Kondisi ini mulai memicu kekhawatiran kesehatan bagi keluarga, terutama paparan polusi udara yang terus-menerus.
Ela mengungkapkan, anaknya kini sering mengalami gatal-gatal pada kulit dan gejala sesak napas.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Ramadan (35), yang terpaksa mengepel lantai hingga lima kali dalam sehari.
“Debu kembali mengotori rumah sesaat setelah dibersihkan, bahkan anak saya sering mengalami batuk kronis yang sulit sembuh,” ungkap Ramadan.
Selain polusi debu, warga juga mengeluhkan gangguan kebisingan serta getaran mesin pabrik yang beroperasi hingga dini hari.
Ramadan menyebut aktivitas industri di wilayah tersebut, termasuk PT Kurnia, kerap baru berhenti beroperasi sekitar pukul 02.00 WIB.
Masyarakat kini mendesak perusahaan dan pemerintah daerah segera memberikan solusi nyata atas dampak kesehatan serta kerusakan lingkungan yang mereka alami.







