Showbiz

Frank Hutapea Sindir Hotman Paris dan Akui Setahun Tak Bertegur Sapa

18
×

Frank Hutapea Sindir Hotman Paris dan Akui Setahun Tak Bertegur Sapa

Sebarkan artikel ini
frank-hutapea-akui-sudah-beda-jalan-dengan-hotman-paris,-kini-buka-kantor-hukum-sendiri
frank hutapea akui sudah beda jalan dengan hotman paris, kini buka kantor hukum sendiri

Jakarta – Hubungan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea dengan putra sulungnya, Frank Alexander Hutapea, tengah memanas dan menjadi sorotan publik.

Ketegangan bermula saat Frank melontarkan sindiran keras terhadap sang ayah melalui media sosial.

Frank mempertanyakan klaim Hotman yang mengaku tidak mengejar materi dalam menangani perkara mantan Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Ia menuding ayahnya melakukan pencitraan terkait pernyataan tersebut.

“Halah kebanyakan pencitraan. Fritz married saja angpaonya lo ambil, ala-ala enggak mau duit,” tulis Frank dalam unggahan di akun Instagram pribadinya.

Frank mengungkap fakta mengejutkan bahwa dirinya dan Hotman sudah tidak bertegur sapa selama satu tahun terakhir.

Ia menegaskan bahwa konflik ini sengaja dibawa ke ranah publik karena ia telah menempuh jalan hidup yang berbeda dari sang ayah.

Sebagai bukti kemandirian, Frank bahkan memilih mendirikan kantor hukum sendiri.

“Sudah pisah jalan, makanya buka kantor sendiri,” tegas Frank.

Konflik ini dipicu oleh konferensi pers Hotman Paris di Kejaksaan Agung pada Jumat, 17 Juli 2026.

Saat itu, Hotman menyatakan bahwa keputusannya membela Febrie Adriansyah didasari atas panggilan nurani.

Hotman menilai Febrie memiliki rekam jejak impresif dalam memulihkan kerugian negara.

“Saya merasa miris. Jampidsus ini dibanggakan Presiden Prabowo karena melalui Satgas PKH, negara mendapatkan Rp300 triliun dalam satu tahun,” ujar Hotman.

Hotman merinci, Febrie telah berhasil mengembalikan kerugian negara senilai Rp130 triliun selama menjabat sebagai Jampidsus.

Secara kumulatif, Febrie diklaim telah berkontribusi dalam pengembalian aset negara hingga mencapai Rp430 triliun.