Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok ke zona merah dengan pelemahan signifikan sebesar 2,03 persen ke level 6.956,80 pada perdagangan Kamis (30/4/2026). Tren negatif ini dipicu oleh aksi jual massal pada sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps yang menekan indeks komposit sepanjang hari.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks sempat dibuka di angka 7.103,25 sebelum akhirnya ditutup melemah 144,43 poin. Dominasi sentimen negatif terlihat dari pergerakan harga saham, di mana 576 saham mengalami koreksi, sementara hanya 133 saham yang mampu bertahan di zona hijau dan 105 saham stagnan. Total kapitalisasi pasar saat ini berada di posisi Rp12.405 triliun.
Koreksi tajam dialami oleh sejumlah saham penggerak pasar, yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang anjlok 6,10 persen ke Rp1.615 dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang terkoreksi 5,71 persen ke Rp4.460. Selain itu, saham perbankan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) ikut tertekan sebesar 2,61 persen menjadi Rp2.990, disusul PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang melemah 2,54 persen ke posisi Rp1.535.
Di tengah tekanan indeks, sejumlah saham justru berhasil mencatatkan kenaikan signifikan. PT Sidomulyo Selaras Tbk. (SDMU) memimpin jajaran top gainers dengan lonjakan 28,57 persen ke Rp126, diikuti oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) yang menguat 16,48 persen ke Rp212 per saham. Sebaliknya, saham PT Leyand International Tbk. (LAPD) dan PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) menjadi penghuni posisi saham dengan pelemahan terdalam.
Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menjelaskan bahwa pelemahan ini sudah terindikasi sejak sesi pertama perdagangan. Secara teknikal, IHSG terpantau menembus level support psikologis 7.000 serta MA5.
Kondisi tersebut diperburuk dengan pelebaran negatif pada histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD). Kombinasi sinyal teknikal ini memperkuat tekanan jual yang membuat indeks sempat menguji level terendah di kisaran 6.926 pada sesi pertama perdagangan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Segala bentuk keuntungan maupun kerugian yang timbul menjadi tanggung jawab investor.







