Ecozone

IHSG Anjlok 2 Persen ke Level 6.956, Saham DSSA dan BREN Melemah

42
×

IHSG Anjlok 2 Persen ke Level 6.956, Saham DSSA dan BREN Melemah

Sebarkan artikel ini
1f7e5f80f0827b6feda59bdfe1f2ae8b.jpg
1f7e5f80f0827b6feda59bdfe1f2ae8b.jpg

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok ke zona merah dengan pelemahan signifikan sebesar 2,03 persen ke level 6.956,80 pada perdagangan Kamis (30/4/2026). Tren negatif ini dipicu oleh aksi jual massal pada sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps yang menekan indeks komposit sepanjang hari.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks sempat dibuka di angka 7.103,25 sebelum akhirnya ditutup melemah 144,43 poin. Dominasi sentimen negatif terlihat dari pergerakan harga saham, di mana 576 saham mengalami koreksi, sementara hanya 133 saham yang mampu bertahan di zona hijau dan 105 saham stagnan. Total kapitalisasi pasar saat ini berada di posisi Rp12.405 triliun.

Koreksi tajam dialami oleh sejumlah saham penggerak pasar, yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang anjlok 6,10 persen ke Rp1.615 dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang terkoreksi 5,71 persen ke Rp4.460. Selain itu, saham perbankan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) ikut tertekan sebesar 2,61 persen menjadi Rp2.990, disusul PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang melemah 2,54 persen ke posisi Rp1.535.

Di tengah tekanan indeks, sejumlah saham justru berhasil mencatatkan kenaikan signifikan. PT Sidomulyo Selaras Tbk. (SDMU) memimpin jajaran top gainers dengan lonjakan 28,57 persen ke Rp126, diikuti oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) yang menguat 16,48 persen ke Rp212 per saham. Sebaliknya, saham PT Leyand International Tbk. (LAPD) dan PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) menjadi penghuni posisi saham dengan pelemahan terdalam.

Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menjelaskan bahwa pelemahan ini sudah terindikasi sejak sesi pertama perdagangan. Secara teknikal, IHSG terpantau menembus level support psikologis 7.000 serta MA5.

Kondisi tersebut diperburuk dengan pelebaran negatif pada histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD). Kombinasi sinyal teknikal ini memperkuat tekanan jual yang membuat indeks sempat menguji level terendah di kisaran 6.926 pada sesi pertama perdagangan.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Segala bentuk keuntungan maupun kerugian yang timbul menjadi tanggung jawab investor.

40412930c7897b2ffd8b51654a6c89a8.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten produsen batubara terafiliasi Grup Sinar Mas, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) mengalami penurunan kinerja keuangan dalam tiga bulan pertama 2026. Peluang perbaikan kinerja cukup terbuka pada sisa 2026, meski hal itu bergantung pada realisasi kebijakan relaksasi produksi dan perkembangan harga batubara global. Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan usaha GEMS tercatat sebesar US$…

96e5f6266300f6b20a72f06e6f1dccb5.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Usai pengumuman terbaru dari MSCI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 0,078% ke level 6.177,14 pada penutupan perdagangan Jumat (19/6), setelah sempat bergerak volatil dengan kecenderungan melemah. Berdasarkan tinjauan aksesibilitas pasar global yang dirilis MSCI pada Kamis (18/6), Indonesia mengalami penurunan level pada kriteria arus informasi dari positif menjadi negatif. Keputusan MSCI tersebut…

8126ab4f7b98eef2cf2f7ebdd8abe267.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pasar modal Indonesia kembali mendapat sorotan pasca MSCI merilis penilaian dan memberikan catatan. Dalam MSCI Global Market Accessibility Review yang dirilis Jumat (19/6/2026) dini hari waktu Indonesia, MSCI masih menyoroti beberapa hambatan struktural yang membuat akses pasar Indonesia dinilai kurang kompetitif dibanding negara emerging market lainnya. MSCI pun secara eksplisit menurunkan penilaian Information Flow dari…

f0a96d46f5e186131dda32492bd9ede8.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) berpotensi pemulihan, seiring stabilisasi harga batubara global dan efisiensi operasional yang dilakukan. Senior Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas mengatakan, prospek kinerja BSSR masih ditopang oleh harga batubara yang bertahan di atas US$ 65 per ton serta permintaan dari kawasan Asia yang relatif solid. “Kami melihat pemulihan kinerja BSSR…

023a32ebe42ed58cb376d336074ec2e9.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pekan ini dengan kinerja positif. Dalam sepekan terakhir, IHSG melesat 4,95% dan berakhir di level 6.177,13 pada penutupan perdagangan Jumat (19/6/2026). Penguatan tersebut terjadi meski pasar sempat dibayangi sentimen negatif dari keputusan MSCI, salah satu penyedia indeks global, yang menyoroti aspek transparansi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tekanan sentimen…