Ecozone

Pendapatan Big Tech Melonjak Berkat AI, Kapitalisasi Amazon Tembus US$ 3 Triliun

22
×

Pendapatan Big Tech Melonjak Berkat AI, Kapitalisasi Amazon Tembus US$ 3 Triliun

Sebarkan artikel ini
Logo Amazon terpampang di depan layar digital yang menampilkan data grafik pertumbuhan pasar dan simbol kecerdasan buatan
Kapitalisasi pasar Amazon menembus US$ 3 triliun berkat kesuksesan integrasi teknologi kecerdasan buatan.

Jakarta – Perusahaan-perusahaan teknologi global mencatatkan penguatan kinerja keuangan yang signifikan serta lonjakan kapitalisasi pasar pada Selasa (4/8/2026) akibat keberhasilan investasi besar-besaran di sektor kecerdasan buatan (AI).

Dilansir dari Reuters, Kepala Strategi Pasar Nationwide, Mark Hackett, menyatakan bahwa Amazon menjadi cerminan utama kondisi perekonomian saat ini karena keberhasilannya memadukan kekuatan konsumsi masyarakat dengan adopsi teknologi AI.

Amazon mencatatkan sejarah dengan menembus kapitalisasi pasar sebesar US$ 3 triliun atau setara Rp 54.000 triliun setelah kinerja kuartalannya melampaui ekspektasi pasar.

Saham perusahaan tersebut melonjak 5% ke level US$ 285 per lembar, yang sekaligus mendorong penguatan saham teknologi lainnya seperti Microsoft sebesar 4%, Meta Platforms 6%, Alphabet 3,6%, dan Oracle 5%.

Pendapatan Amazon pada kuartal II 2026 mencapai US$ 200,6 miliar, dengan unit bisnis Amazon Web Services (AWS) mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 37%.

Presiden dan CEO Amazon, Andy Jassy, mengatakan bahwa AWS sedang berkembang pesat dengan laju pertumbuhan tercepat dalam 18 kuartal terakhir.

Microsoft membukukan pendapatan sebesar US$ 90 miliar pada kuartal IV tahun fiskal 2026, dengan segmen Intelligent Cloud menjadi kontributor utama senilai US$ 39,3 miliar.

CEO Microsoft, Satya Nadella, menegaskan bahwa perusahaan terus memanfaatkan AI untuk menghasilkan nilai bisnis bagi pelanggan seiring meluasnya penerapan teknologi tersebut di berbagai sektor.

Alphabet mencatatkan pendapatan sebesar US$ 119,8 miliar, dengan pendapatan Google Cloud yang melonjak 82% berkat tingginya permintaan infrastruktur AI.

CEO Alphabet, Sundar Pichai, menyatakan bahwa investasi di bidang AI kini telah mulai memberikan hasil nyata terhadap bisnis perusahaan.

Meta Platforms memperoleh pendapatan sebesar US$ 60,8 miliar, meskipun laba bersih mengalami penurunan 14% menjadi US$ 15,85 miliar akibat tingginya biaya operasional dan investasi AI.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengatakan bahwa AI mulai memberikan dampak positif terhadap bisnis inti perusahaan sekaligus membuka peluang bisnis baru.

NVIDIA melaporkan pendapatan sebesar US$ 46,7 miliar, dengan bisnis Data Center menyumbang 88% dari total pendapatan perusahaan.

Pendiri dan CEO NVIDIA, Jensen Huang, menjelaskan bahwa platform Blackwell menjadi motor utama pertumbuhan perusahaan di tengah kebutuhan komputasi AI yang terus meningkat.

Belanja modal untuk pengembangan AI diprediksi tidak akan melambat dalam waktu dekat seiring dengan kuatnya prospek bisnis cloud di seluruh raksasa teknologi tersebut.