Berita

IFG Life Ingatkan Orang Tua Siapkan Kesehatan dan Finansial Saat Empty Nest Syndrome

13
×

IFG Life Ingatkan Orang Tua Siapkan Kesehatan dan Finansial Saat Empty Nest Syndrome

Sebarkan artikel ini
Elderly man sitting pensively on a wooden chair outside his home, reflecting solitude.
Photo by <a href="https://www.pexels.com/@weedlyr-1124201?utm_source=instant-images&utm_medium=referral">weedlyr</a> on <a href="https://pexels.com">Pexels</a>

Jakarta – Saat anak-anak tumbuh dewasa dan mulai hidup mandiri, banyak orang tua memasuki fase baru ketika rumah tak lagi ramai seperti dulu. Kondisi ini dikenal sebagai empty nest syndrome, yang kerap memunculkan rasa kesepian, kehilangan rutinitas, hingga kecemasan, terutama bagi orang tua yang selama bertahun-tahun menjadikan pengasuhan anak sebagai pusat aktivitas dan bagian penting dari identitas diri.

Perubahan itu disebut sebagai bagian yang wajar dalam perjalanan hidup. Rasa sedih saat anak meninggalkan rumah merupakan respons emosional yang normal, sementara tantangan utamanya adalah kemampuan orang tua untuk beradaptasi dan menemukan makna baru pada fase berikutnya.

Dampaknya tidak hanya dirasakan secara psikologis. Jika berlangsung lama, kondisi tersebut dapat memicu stres kronis yang berpengaruh pada kesehatan fisik, mulai dari gangguan tidur, perubahan pola makan, penurunan energi, hingga melemahnya daya tahan tubuh.

Seiring bertambahnya usia, risiko penyakit seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan gangguan kesehatan lainnya juga meningkat. Karena itu, kesiapan kesehatan dan finansial menjadi semakin penting, mengingat biaya perawatan dapat menjadi beban besar apabila tidak dipersiapkan sejak dini.

Masa ketika anak mulai hidup mandiri sering kali menjadi momentum bagi orang tua untuk kembali memusatkan perhatian pada kesehatan, kesejahteraan, dan kesiapan finansial mereka sendiri. Pada fase ini, perlindungan kesehatan dan jiwa menjadi bagian penting dalam perencanaan hidup.

Asuransi kesehatan berfungsi melindungi kondisi keuangan keluarga dari risiko biaya pengobatan yang tidak terduga. Sementara itu, asuransi jiwa memberikan perlindungan finansial bagi pasangan atau keluarga apabila terjadi risiko meninggal dunia.

“Setiap tahap kehidupan memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda. Memasuki fase empty nest, masyarakat perlu mempersiapkan diri secara menyeluruh, baik dari sisi kesehatan, mental, maupun finansial, agar dapat menjalani fase kehidupan berikutnya dengan lebih tenang dan percaya diri,” ujar Fabiola Noralita, Direktur Bisnis Individu IFG Life.

Selain memiliki perlindungan yang memadai, masyarakat juga perlu menjaga pola hidup sehat, aktif secara sosial, serta menekuni aktivitas yang bermakna agar kualitas hidup tetap terjaga. Sebagai perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan, PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota IFG, BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi, berkomitmen mendampingi masyarakat Indonesia di setiap tahap kehidupan melalui perlindungan yang komprehensif.

“Pada akhirnya, tujuan perlindungan bukan hanya memberikan manfaat ketika risiko terjadi, tetapi juga membantu masyarakat menjalani hidup dengan lebih tenang dan fokus pada hal-hal yang benar-benar bermakna,” tutup Fabiola.