Berita

Identitas Delapan Korban Meninggal di Ponpes Al Khoziny Terungkap

89
×

Identitas Delapan Korban Meninggal di Ponpes Al Khoziny Terungkap

Sebarkan artikel ini
10dfa3a430255b2ac8f639c8d5ff3a06.jpg
10dfa3a430255b2ac8f639c8d5ff3a06.jpg

Sidoarjo – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Timur berhasil mengidentifikasi delapan jenazah korban ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo pada Kamis, 9 Oktober 2025. Dengan penambahan ini, total korban yang telah teridentifikasi mencapai 48 nama. Kedelapan jenazah tersebut telah diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk proses pemakaman.

Komisaris Besar Jules Abraham Abast, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim, menyampaikan bahwa total korban yang teridentifikasi kini mencapai 48 nama. Pernyataan tersebut disampaikan melalui keterangan pers pada Jumat, 10 Oktober 2025.

Kedelapan korban yang berhasil diidentifikasi meliputi Moch. Adam Fidiansyah (12) dari Masangan Kulon, Sukodono, Sidoarjo; Muhammad Raihan Jamil (14) dari Krembangan, Surabaya; Mohammad Abdul Rohman Nafis (15) dari Pulungan, Sedati, Sidoarjo; dan M. Ghifari Chasbi (15) dari Tamansari, Pasuruan.

Empat korban lainnya adalah Moh. Toni Afandi (14) dari Sidotopo, Surabaya; Ach. Ramzi Fariki (15) dari Padurenan, Bogor; Abdullah As Syadid (16) dari Alas Kokon, Bangkalan; serta Arif Afandi (15) dari Wonorejo, Tegalsari, Surabaya.

Kabiddokkes Polda Jatim Komisaris Besar M. Kusnan Marzuki menjelaskan, proses identifikasi delapan jenazah tersebut dilakukan dengan pencocokan data antemortem. Metode ini mencakup pemeriksaan kesesuaian dengan properti milik korban, data gigi, atau catatan medis lainnya.

Hingga saat ini, Tim DVI Polda Jatim masih berupaya mengidentifikasi 19 jenazah korban lainnya. Kusnan menambahkan, pihaknya terus melakukan pencocokan data melalui antemortem dan postmortem agar keluarga korban tidak terlalu lama menunggu kepastian.