Jakarta – Harga emas mencatatkan kenaikan tipis pada perdagangan Kamis (28/5/2026) pagi di tengah ketidakpastian geopolitik global. Berdasarkan data Bloomberg pukul 07.56 WIB, harga emas untuk pengiriman Agustus 2026 di Commodity Exchange berada di posisi US$ 4.484,0 per ons troi, meningkat 0,06% dari level sebelumnya di US$ 4.481,50 per ons troi.
Penguatan harga logam mulia ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi memicu lonjakan inflasi. Para investor khawatir ketegangan yang berkelanjutan akan memaksa bank sentral untuk mempertahankan suku bunga pada level tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Harapan investor sempat tertuju pada potensi kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, optimisme tersebut meredup setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya atas progres negosiasi yang berjalan, sekaligus mematahkan spekulasi akan adanya terobosan diplomatik dalam waktu dekat.
Analis komoditas senior di TD Securities, Ryan McKay, menilai bahwa kesepakatan damai sekalipun belum tentu mampu meredam tekanan inflasi secara instan. Bagi pelaku pasar, harga minyak yang tetap tinggi akibat konflik tersebut menjadi ancaman utama yang membayangi stabilitas ekonomi global.
Sentimen ketegangan di kawasan Timur Tengah sendiri telah memberikan tekanan signifikan pada harga emas sepanjang tahun ini. Tercatat, nilai emas telah terkoreksi hingga 16% sejak konflik Iran meletus pada akhir Februari lalu.







