Tangerang Selatan – Tumpukan sampah menggunung di sejumlah titik di Tangerang Selatan. Kondisi ini terjadi meski status tanggap darurat sampah telah dicabut pada 5 Januari 2026. Warga pun resah.

Pantauan di Pasar Cimanggis, Ciputat, Selasa (06/01), sampah menumpuk hingga hampir menyamai atap pasar.

Sampah juga meluber ke badan jalan. Lalu lintas terganggu.

Pengendara menutup hidung akibat bau menyengat. Kondisi serupa terlihat di Jalan Aria Putra dekat Pasar Ciputat dan Pasar Jombang.

Gunungan sampah mencapai ketinggian sekitar tiga meter dan memanjang hingga 10 meter di trotoar.

Pedagang sayur di Pasar Cimanggis, Hartini (42), mengatakan penumpukan sampah sudah terjadi sejak sebelum pergantian tahun.

“Dari sebelum tahun baru, sudah hampir sebulan,” ujarnya.

Pedagang kelapa parut, Doni Putra (31), menambahkan sampah terakhir kali diangkut sekitar tiga hari lalu.

Namun, sampah kembali menumpuk karena tidak diangkut secara tuntas.

Warga mengeluhkan bau busuk, air lindi yang mengalir, serta lalat dan belatung yang bermunculan. Aktivitas pedagang dan pengunjung pasar menjadi tidak nyaman.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel, Tubagus Asep Nurdin, menyatakan pemerintah kota tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pengangkutan sampah.

“Pemerintah Kota Tangerang Selatan bekerja tanpa henti di lapangan untuk memastikan kondisi kota terkendali,” tegasnya.

Asep menambahkan, operasi pembersihan dilakukan secara sistematis melalui pemetaan armada yang lebih efisien.

Sebelumnya, Pemkot Tangsel menetapkan status tanggap darurat pengelolaan sampah selama 14 hari, terhitung sejak 23 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *