Jakarta – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka merespons permintaan maaf Rismon Hasiholan Sianipar terkait polemik ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Gibran menilai bulan Ramadhan adalah momentum yang baik untuk saling memaafkan. Juga untuk mempererat tali persaudaraan.
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan,” kata Gibran, Kamis (12/3/2026).
Wapres menghargai langkah Rismon yang telah menyampaikan klarifikasi. Serta bersedia meninjau kembali pernyataannya.
Sikap tersebut menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Terutama ketika seseorang bersedia mengevaluasi dan memperbaiki pernyataan.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menuntaskan gelar perkara laporan Jokowi soal tudingan ijazah palsu.
Penyidik menetapkan delapan orang sebagai tersangka.
“Berdasarkan hasil penyidikan, kami menetapkan delapan orang sebagai tersangka yang kami bagi dalam dua klaster,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri, Jumat (7/11/2025).
Lima tersangka klaster pertama berinisial ES KTR, MRF, RE, dan DHL.
Tiga tersangka klaster kedua ialah Roy Suryo (RS), RHS, dan TT.
Asep belum memberi isyarat penahanan terhadap para tersangka.
Hal itu merupakan ranah penyidik dengan berbagai pertimbangan.
“Terkait dengan kewenangan yang diberikan oleh UU terhadap penyidik yang berhubungan dengan penahanan, tentunya ada beberapa pertimbangan yang akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh penyidik nanti pada saat pelaksanaan pemeriksaan kepada tersangka,” ujar Asep.







