Showbiz

Erin Ungkap 14 Rekaman CCTV Bongkar Perilaku ART di Rumah

56
×

Erin Ungkap 14 Rekaman CCTV Bongkar Perilaku ART di Rumah

Sebarkan artikel ini
rekaman-cctv-jadi-senjata-erin,-ini-isi-14-video-yang-dijadikan-bukti-soal-kelakuan-buruk-art
rekaman cctv jadi senjata erin, ini isi 14 video yang dijadikan bukti soal kelakuan buruk art

Jakarta – Rien Wartia Trigina alias Erin mengungkap memiliki 14 video rekaman CCTV yang disebut memperlihatkan perilaku asisten rumah tangga (ART) selama bekerja di rumahnya. Rekaman itu, kata Erin, menjadi bukti untuk membantah tuduhan penganiayaan yang dialamatkan kepadanya.

Erin mengatakan isi video tidak hanya menunjukkan aktivitas kerja ART, tetapi juga sejumlah tindakan yang dinilainya melanggar privasi keluarga. Ia menyebut ART kerap merekam berbagai sudut rumah tanpa izin, termasuk aktivitas anak-anak, kamar, kolam renang, dan interior rumah.

Tak hanya itu, Erin juga menuduh ART mengambil foto kendaraan keluarga beserta pelat nomornya. Ia pun menyebut ART sempat memakai pakaian milik anak perempuannya tanpa persetujuan.

“Tidak benar sama sekali (dugaan penganiayaan terhadap ART), saya punya bukti CCTV-nya,” ujar Erin di Senayan, Jakarta, Selasa 5 Mei 2026.

“Tidak ada itu (penganiayaan terhadap ART), saya bicara dengan percaya diri,” sambungnya.

Erin menegaskan seluruh rekaman CCTV di rumahnya siap dijadikan bukti jika proses hukum berjalan. Ia menyebut ada total 14 video yang dapat memperkuat pernyataannya.

“Saya bisa buktikan, ya saya ikuti proses hukum, saya punya buktinya semua CCTV isi satu rumah, total ada 14 video,” kata Erin.

Selain soal dugaan pelanggaran privasi, Erin juga mengaku sebagian video memperlihatkan kinerja ART yang dinilai tidak sesuai harapan. Ia mencontohkan pekerjaan rumah tangga yang terbengkalai, seperti cucian baju dan seprai yang menumpuk hingga berminggu-minggu.

“Ada banyaklah (keluhan), kayak misalnya baju dan seprai kasur yang sampai 2 minggu nggak dicuci, saya tanya ‘ini kemana seprai? Kok belum dicuci?’, dia jawab ‘oh iya ini saya belum kerjain, masih ditumpuk’, jadi udah banyaklah keluhan,” ujar Erin.

“Dan saya punya bukti-bukti video seperti apa kerjaan dia di rumah,” lanjutnya.

Erin menjelaskan, ART tersebut baru bekerja selama tiga minggu dan direkrut melalui rekomendasi teman. Namun, karena berbagai kejadian yang terekam, ia kemudian mengajukan komplain ke yayasan penyalur dan meminta penggantian.