Berita

Diskon KA Ekonomi Menggoda, Penumpang Langsung Serbu Tiket!

79
×

Diskon KA Ekonomi Menggoda, Penumpang Langsung Serbu Tiket!

Sebarkan artikel ini
diskon-tiket-ka-ekonomi-hingga-30-persen-masih-berlaku-sampai-31-juli-2025
diskon tiket ka ekonomi hingga 30 persen masih berlaku sampai 31 juli 2025

Jakarta – Stasiun Pasar Senen mengalami lonjakan penumpang menjelang libur panjang Isra Miraj dan Tahun Baru Imlek 2025. PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat lebih dari 111 ribu penumpang berangkat dari wilayahnya.

KAI Daop 1 Jakarta mencatat total 111.992 penumpang berangkat selama tiga hari, mulai Jumat (24/1) hingga Minggu (27/1).

Stasiun Pasar Senen menjadi titik keberangkatan utama dengan 47.779 penumpang. Sementara itu, 41.809 penumpang berangkat dari Stasiun Gambir.

“Saat ini ketersediaan tiket keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen masih cukup, sangat cocok untuk dimanfaatkan selama masa liburan sekolah,” ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, Minggu (20/7/2025).

KAI Daop 1 Jakarta juga menawarkan diskon tiket hingga 30 persen untuk Kereta Api Ekonomi Komersial (nonsubsidi) hingga 31 Juli 2025. Promo ini berlaku untuk 29 perjalanan KA Ekonomi Komersial dari dan menuju Jakarta.

Menurut Ixfan, promo ini merupakan dukungan KAI terhadap stimulus ekonomi nasional. Sekaligus mendorong masyarakat beralih ke transportasi massal yang aman, nyaman, tepat waktu, dan ramah lingkungan.

Pada hari yang sama, KAI Daop 1 Jakarta melayani 26.656 penumpang berangkat. Terdiri dari 21.697 penumpang KA Jarak Jauh (KAJJ) dan 4.959 penumpang KA Lokal (Pangrango).

Untuk mendukung layanan, KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan 73 perjalanan KAJJ. Rinciannya, 39 perjalanan berangkat dari Stasiun Gambir dan 34 perjalanan dari Stasiun Pasar Senen.

“Kami mengajak masyarakat untuk segera memanfaatkan promo tiket ini sebelum periode berakhir dan kuota kursi habis,” kata Ixfan.

028c229beb585d596e28ad5d94d747b3.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Kekalahan Brasil 1-2 dari Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik kepada Carlo Ancelotti, terutama terkait strategi permainan dan sejumlah keputusan krusialnya. Ancelotti disalahkan karena menunjuk Bruno Guimaraes sebagai eksekutor penalti serta perubahan taktik yang dinilai membuat Brasil kehilangan kendali permainan. Neymar yang masuk sebagai pemain pengganti juga ikut menjadi sasaran cibiran di…