BeritaNasionalPeristiwa

Dedi Mulyadi Tanggung Seluruh Biaya Perawatan Korban Penyekapan di RSHS

11
×

Dedi Mulyadi Tanggung Seluruh Biaya Perawatan Korban Penyekapan di RSHS

Sebarkan artikel ini
cerita-dedi-mulyadi-setelah-menjenguk-korban-penyekapan
cerita dedi mulyadi setelah menjenguk korban penyekapan

Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjenguk Yuvita Sri Rezeki (29), korban penganiayaan dan penyekapan, di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS), Senin (22/6/2026) malam. Yuvita mengalami luka berat akibat penganiayaan yang diduga dilakukan kekasihnya, TH.

Dedi mengatakan kondisi Yuvita kini mulai membaik. Meski begitu, ia mengaku tidak tega melihat langsung kondisi korban.

“Makin membaik. Walaupun saya jujur saja, lihatnya pun nggak berani, nggak tega lah,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh biaya perawatan Yuvita sampai tuntas. Menurut dia, keluarga korban pun sudah menerima bantuan.

“Kalau urusan penyelesaian pengobatan, kan tanggung jawabnya dokter. Tadi kan ngomong biaya. Seluruh biayanya saya tanggung sampai selesai. Jadi nggak usah lagi nyari ke BPJS, ke mana-mana,” kata dia.

Selain itu, bantuan juga diberikan kepada orang tua korban agar tidak terbebani urusan rumah selama menunggu kondisi anaknya membaik.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat bertanggung jawab terhadap warganya,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Dedi mengingatkan perempuan agar lebih waspada saat berinteraksi dengan siapa pun, terutama laki-laki, mengingat kekerasan terhadap perempuan masih kerap terjadi.

“Hati-hati, waspada. Pergi dengan laki-laki agar ditemani keluarganya sudah, titik. Itu penting,” ungkap dia.

Dedi menyebut dirinya telah berkomunikasi dengan Polda Jawa Barat dan meyakini pelaku tidak akan lama lagi ditangkap. Ia juga menilai donasi untuk korban sudah tidak diperlukan.

“Ya, kan sudah, saya yakin Pak Kapolda dan seluruh timnya tidak akan lama lagi pelakunya bisa ditangkap,” kata dia.

Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengultimatum TH agar segera menyerahkan diri. Ia menegaskan polisi akan terus mengejar pelaku ke mana pun berada.

“Terkait informasi keberadaan pelaku kami tidak bisa sampaikan secara teknis, tentunya akan kami kejar kemanapun,” kata Rudi di Bandung Barat, Selasa (23/6/2026).

Rudi mengatakan pihaknya akan meminta keterangan dari korban untuk membantu memburu pelaku yang hingga kini masih dalam pengejaran sejak kasus penyekapan itu terungkap. Menurut dia, kondisi korban saat ini sudah mulai membaik.

“Kami dapat kabar, korban sudah membaik. Tentunya kita akan memanfaatkan kondisi ini untuk menanyai korban, sangat besar perannya. Ada materi yang akan kami tanyakan terkait pelaku,” ujar dia.

Meski begitu, Rudi menegaskan proses pengumpulan keterangan tetap akan memperhatikan kondisi psikologis Yuvita yang mengalami trauma berat. Dugaan kekerasan itu disebut telah dialaminya selama tiga tahun bersama pelaku di sebuah kosan.

“Tentunya proses ini tetap memperhatikan kondisi psikologis korban yang trauma berat, harus dijaga jangan sampai pertanyaan kami mengganggu psikologis korban,” tutur Rudi.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan mengatakan pihaknya sudah membentuk tim khusus gabungan untuk menangkap TH yang masih kabur. Polisi juga masih mengidentifikasi keberadaan pelaku.

“Kita membentuk tim khusus, gabungan. InsyaAllah semoga segera terungkap,” kata Hendra.