Berita

Daftar Emiten Digital yang Raup Keuntungan dari Piala Dunia 2026

12
×

Daftar Emiten Digital yang Raup Keuntungan dari Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini
aaceac566c41084c111584ae09ecd670.jpg
aaceac566c41084c111584ae09ecd670.jpg

Jakarta – Perhelatan Piala Dunia 2026 yang telah bergulir selama sepekan mulai memberikan dampak signifikan terhadap ekosistem media digital di Indonesia. Sejumlah emiten nasional yang bergerak di sektor distribusi siaran hingga layanan Over The Top (OTT) mencatat peningkatan aktivitas seiring tingginya konsumsi konten olahraga global tersebut.

TVRI sebagai pemegang hak siar resmi Piala Dunia 2026 di Indonesia telah membangun kemitraan strategis dengan PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) serta PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Kolaborasi ini memungkinkan masyarakat mengakses pertandingan secara digital melalui berbagai platform yang disediakan.

Dalam ekosistem ini, IRSX menyediakan layanan streaming melalui aplikasi FolaPlay sebagai kanal utama penayangan. Sementara itu, TLKM memfasilitasi akses pertandingan melalui platform OTT MAXStream yang dikelola oleh anak usahanya, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

Upaya monetisasi digital terus diperluas oleh IRSX melalui kolaborasi dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) melalui layanan internet broadband Internet Rakyat (IRA). Selain itu, IRSX juga mengintegrasikan sistem pembayaran GoPay milik PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) guna mempermudah transaksi paket premium bagi para pengguna.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai IRSX menjadi emiten yang paling diuntungkan dalam momentum ini. Hal tersebut dikarenakan peran IRSX sebagai mitra OTT resmi TVRI yang mengandalkan pendapatan dari penjualan paket premium dan layanan digital kepada masyarakat.

Nafan menjelaskan bahwa kolaborasi IRSX dengan pihak lain, seperti GoPay dan WIFI, menunjukkan strategi integrasi ekosistem digital yang komprehensif. Sinergi ini mencakup aspek infrastruktur, platform layanan, hingga sistem pembayaran yang saling terhubung.

Di sisi lain, Equity Research Analyst, Christian Sitorus, memandang dampak Piala Dunia terhadap kinerja PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tidak terlalu signifikan secara fundamental. Meskipun terdapat peningkatan trafik dan keterlibatan digital, kontribusi dari paket Bola Gembira MAXStream yang dibanderol Rp25.000 hingga Rp85.000 dinilai relatif kecil terhadap total pendapatan konsolidasi TLKM tahun 2025 yang mencapai Rp146,7 triliun.

Christian menambahkan bahwa paket tersebut bersifat non-recurring dan tidak diperpanjang secara otomatis, sehingga peningkatan penggunaan hanya bersifat sementara. Selain itu, persaingan distribusi siaran Piala Dunia tergolong ketat karena adanya akses gratis dari TVRI serta layanan serupa dari Transvision, Indovision, dan K-Vision bagi pelanggan mereka.

Tim Riset Phintraco Sekuritas menyoroti bahwa WIFI dan IRSX berada di posisi kuat untuk menangkap lonjakan trafik data. Program Internet Rakyat yang ditawarkan WIFI, yakni layanan internet 100 Mbps seharga Rp33.000 per bulan, dinilai sangat kompetitif dan mampu menarik konsumen baru. Skema bundling layanan internet dengan platform OTT FolaPlay menciptakan sinergi bisnis yang saling menguntungkan bagi kedua emiten tersebut.

Dari sisi valuasi pasar, WIFI saat ini diperdagangkan pada Price to Book Value (PBV) 0,93 kali, yang dianggap berada di bawah nilai buku. Sementara itu, IRSX diperdagangkan pada PBV 5,51 kali, mencerminkan valuasi premium seiring dengan ekspektasi pertumbuhan bisnis digital perusahaan. Piala Dunia 2026 kini menjadi katalis jangka pendek yang memperkuat integrasi sektor OTT, broadband, dan layanan pembayaran digital di tanah air.