Klaten – Video ceramah lama Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) kembali viral. Ceramah tahun 2012 itu dinilai relevan dengan situasi global saat ini.
Terutama soal konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Cak Nun membahas strategi geopolitik yang lebih kompleks dari sekadar serangan militer. Ia menilai perang modern menyasar psikologis dan keagamaan.
Dalam video yang beredar, Cak Nun menyampaikan pandangannya tentang potensi konflik besar di Timur Tengah.
“Suatu hari Iran akan diserang oleh Israel dan Amerika dan nanti Arab Saudi bisa dipastikan akan membela Israel,” ujar Cak Nun.
“Pertanyaannya untuk Indonesia, Indonesia bela mana? Bela Iran apa bela Israel? Kita pasti akan bertengkar sendiri nanti, separuh bela Iran separuh Israel atau nggak bela siapa-siapa karena nggak ngerti,” tambahnya.
Ucapan ini kembali diperbincangkan setelah konflik Iran dan Israel memanas. Warganet menilai ucapan Cak Nun bukan sekadar ramalan, tapi analisis mendalam.
Cak Nun menekankan dampak perang tidak hanya dirasakan negara yang terlibat langsung. Negara lain, termasuk Indonesia, bisa terdampak melalui perpecahan opini dan provokasi.
“Klaten harus antisipasi terhadap provokasi dari luar maupun kebodohan dari dalam,” ujarnya saat ceramah di Masjid Raya Klaten pada 2012.
Ia juga mengulas bagaimana strategi geopolitik menyentuh ranah spiritual dan psikologis umat beragama. Menurutnya, ada upaya sistematis yang tidak hanya berfokus pada konflik bersenjata.
“Israel itu juga melakukan provokasi yang luar biasa di Arab Saudi dengan meningkatkan faham-faham yang kemudian menguasai Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Tujuannya sederhana: memutus hubungan batin antara umat Islam dengan Rasulullah SAW,” jelasnya.
“Artinya Anda nggak boleh mesra sama Rasulullah. Kalau Anda ke Raudhah Anda tidak boleh pegang-pegang tembok makam beliau dan seterusnya. Pokoknya kuncinya di strategi Amerika dan Israel itu adalah putuskan hubungan hati cinta antara umat dengan Rasulullah. Jadi tingkat provokasinya dari adu domba fisik sampe psikologi dan batin dan ini serius,” tandasnya.







