Berita

Buaya Terkam Nelayan Bintan Hingga Tewas di Tembeling Tanjung

105
×

Buaya Terkam Nelayan Bintan Hingga Tewas di Tembeling Tanjung

Sebarkan artikel ini
nelayan-bintan-ditemukan-tewas-usai-diterkam-buaya
nelayan bintan ditemukan tewas usai diterkam buaya

Kepulauan Riau – Seorang nelayan di Bintan, Kepulauan Riau, tewas diterkam buaya saat hendak menjaring ikan.

Korban bernama Imran bin H Sanjah, 34 tahun.

Warga menemukan jasad Imran pada Jumat pagi (16/1).

Ketua RT setempat, Ramli, menjelaskan peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB.

Saat itu, korban berada di atas sampan dan bersiap melaut.

Tiba-tiba, buaya menyerangnya dan sempat membawa korban ke laut.

Namun, buaya itu melepaskan Imran setelah dikejar kakak korban dengan parang.

Warga menemukan korban tak jauh dari lokasi kejadian.

Korban ditemukan meninggal dunia dengan luka robek di kepala, mata, dan bahu belakang.

Setelah ditemukan, korban dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU).

“Iya bang, baru siap dikebumikan. Sekitar jam 3 an tadi lah kejadiannya, korban baru siap dikebumikan,” kata Ramli.

Ramli menambahkan, buaya tersebut menghilang setelah menerkam korban.

Warga sempat mencari buaya itu, namun tidak berhasil menemukannya.

Peristiwa serupa pernah terjadi tahun lalu di Kampung Tembeling Tanjung.

Seorang warga menjadi korban dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Ramli berharap ada perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Bintan terkait keberadaan buaya ini.

Ia tak ingin ada lagi korban jiwa.

“Kita berharap ada penanganan serius dari Pemerintah Kabupaten Bintan terkait buaya ini, jangan sampai ada korban jiwa lagi,” ujarnya.

Kepala UPT Damkar Toapaya Asri Kabupaten Bintan, Makmur, mengatakan pihaknya sempat menerima laporan dari tokoh masyarakat setempat.

Namun, saat petugas tiba, warga sudah menemukan korban.

“Iya, warga ada melapor ke kita. Namun waktu tim rescue damkar mau turun, warga sudah temukan korban, hanya 15 menit saja pencarian korban,” ujarnya.

Makmur juga menanggapi harapan warga agar buaya dievakuasi.

Ia menyebut, hal itu sudah disampaikan ke pimpinannya dan BKSDA Provinsi Kepri.